Krisis Pupuk Menghantui, Australia Berpaling ke Brunei Berburu Urea

Selasa, 19 Mei 2026, 19:33 WIB

JAKARTA - Australia telah menyetujui pembelian lebih dari 600.000 barel bahan bakar jet dari Tiongkok dan 38.500 ton urea pertanian dari Brunei di tengah gangguan pasokan yang disebabkan oleh konflik Iran.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilaporkan RIA Novosti pada Selasa (19/5), mengatakan bahwa pengiriman bahan bakar jet akan dimulai pada awal Juni.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Mohd RASFAN

“Setelah diskusi antara Australia dan Tiongkok, termasuk antara Perdana Menteri dan Perdana Menteri Tiongkok Li, Pemerintah Partai Buruh Albanese telah membantu mengamankan tiga pengiriman bahan bakar jet dengan total lebih dari 600.000 barel atau sekitar 100 juta liter,” bunyi pernyataan tersebut.

Menurut perkiraan pemerintah, tambahan bahan bakar jet tersebut setara dengan sekitar 1 persen dari konsumsi tahunan Australia.

Canberra juga berhasil mengamankan 38.500 ton urea kualitas pertanian dari Brunei untuk mendukung para petani.

Pasokan tersebut diamankan melalui fasilitas baru Fuel and Fertiliser Security Facility senilai 7,5 miliar dolar Australia (sekitar Rp94,8 triliun). Fasilitas ini menyediakan pinjaman, jaminan, asuransi, dan dukungan harga untuk sektor transportasi dan pertanian.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan bahwa negaranya bekerja sama dengan negara-negara kawasan untuk mengurangi dampak krisis terhadap ekonomi global dan memastikan pasokan bahan bakar yang tidak terganggu. Ant

  • brunei darussalam
  • anthony albanese
  • pupuk urea

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.