- Home
-
- Luar Negeri
-
- Redam Krisis Energi: Austr...
Redam Krisis Energi: Australia Pangkas Separuh Pajak Bahan Bakar
Senin, 30 Mar 2026, 16:37 WIBJAKARTA - Pemerintah Australia akan memangkas sementara pajak bahan bakar hingga setengahnya untuk mengatasi kenaikan harga akibat konflik di Timur Tengah, kata Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, Senin.
"Kami akan mengurangi separuh pajak bahan bakar selama tiga bulan agar Anda bisa berhemat saat mengisi (bahan bakar)," kata Albanese di media sosial.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menurunkan harga bahan bakar di Australia sekitar 26,3 sen dolar Australia (sekitar Rp2.700) per liter selama tiga bulan mulai Rabu, 1 April 2026, dengan beban anggaran sekitar 2,55 miliar dolar Australia (sekitar Rp42,5 trilyun)
Selain itu, Australia juga akan menyesuaikan kembali biaya penggunaan jalan bagi truk berat dalam periode yang sama guna meringankan tekanan pada sektor transportasi dan logistik.
"Kami membuat harga bahan bakar menjadi lebih murah saat ini, karena kami memahami warga Australia sedang berada di bawah tekanan yang serius," kata PM Albanese.
Keputusan itu diambil setelah pertemuan Kabinet Nasional bersama dengan para pemimpin negara bagian dan teritori, yang menyepakati empat poin Rencana Keamanan Bahan Bakar Nasional Australia.
Pemerintah Australia menyatakan saat ini pihaknya telah memasuki tahap kedua rencana tersebut, yakni dengan menjaga kelancaran aktivitas ekonomi. Namun demikian, Australia masih memiliki cukup waktu sebelum menuju ke langkah kebijakan lebih ketat, seperti pembatasan distribusi bahan bakar.
Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut memicu blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk ke pasar global. Blokade di Selat Hormuz itu berdampak pada pasokan dan mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara. Ant/Sputnik/RIA Novosti
- Harga BBM
- anthony albanese
- australian dollar
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Penyebab Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Belum Dipastikan, Polda Jatim Tunggu Hasil Uji Laboratorium
-
Berantas Pungli di Objek Wisata, Cianjur Perkuat Citra Destinasi Ramah Wisatawan
-
Musim Kemarau Bawa Berkah, Omzet Perajin Tirai Sawit di Lebak Melonjak 100 Persen
-
Pemkot Bandung Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Kerja Nyata
-
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas di Dasar Tebing, Evakuasi Libatkan 200 Personel
-
Naomi Osaka Bangkit dan Lolos ke Semifinal Washington Open, Bidik Gelar Pertama Setelah Lima Tahun
-
Dua Waduk Terbesar di AS Kekeringan, Capai Level Air Terendah Sepanjang Sejarah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.