Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Solar Langka, Transportasi Air di Pesisir Kalbar Nyaris Lumpuh

📅 Senin, 18 Mei 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Solar Langka, Transportasi Air di Pesisir Kalbar Nyaris Lumpuh Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi ANTARA
Ket. Dokumentasi aktivitas pelayaran di pelabuhan Rasau Jaya.

PONTIANAK – Kelangkaan solar di wilayah pesisir menunjukkan betapa besarnya ketergantungan transportasi air terhadap pasokan energi bersubsidi.

Ketika distribusi bahan bakar terganggu, aktivitas kapal penumpang, perahu nelayan, hingga distribusi logistik antarpulau ikut melambat.

Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor transportasi, tetapi juga mengganggu rantai pasok kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan energi di daerah kepulauan memiliki efek berlapis terhadap mobilitas dan kestabilan ekonomi lokal.

Jika kelangkaan berlangsung lama, biaya operasional transportasi air berpotensi meningkat dan mendorong kenaikan harga barang di wilayah yang sangat bergantung pada jalur laut sebagai akses utama distribusi.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi melumpuhkan layanan transportasi kapal penumpang dan barang pada sejumlah jalur perairan di Kalimantan Barat sejak minggu kemarin.

"Rute yang terdampak di antaranya Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara menuju Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, serta jalur Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar menuju Rasau Jaya dan sebaliknya. Sejumlah kapal tambang terpaksa menghentikan operasional karena operator kesulitan memperoleh pasokan solar subsidi untuk menjalankan pelayaran," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) Kalimantan Barat, Agus Tianto, di Pontianak, Senin (18/5).

Dia mengatakan kelangkaan BBM subsidi tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat pesisir dan distribusi logistik.

"Masalah ini jangan dibiarkan berlarut," tuturnya.

Menurut dia, jalur Teluk Batang–Rasau Jaya merupakan akses transportasi vital bagi masyarakat pesisir karena tidak tersedia jalur alternatif darat yang memadai.

Ia menjelaskan sebagian besar aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan penumpang hingga pengangkutan kebutuhan pokok, sepenuhnya bergantung pada layanan transportasi air.

"Karena itu, terganggunya operasional kapal sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat pesisir," tuturnya.

Selain pasokan yang sulit diperoleh, harga solar di lapangan juga disebut melonjak jauh di atas harga subsidi yang ditetapkan pemerintah.

Jika harga resmi solar subsidi sebesar Rp6.800 per liter, di sejumlah titik harga jual disebut mencapai Rp17 ribu per liter atau hampir tiga kali lipat lebih mahal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.