AS Longgarkan Aturan Visa bagi Suporter Piala Dunia 2026
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 06:45 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraWASHINGTON, AS - Amerika Serikat mengumumkan pelonggaran aturan visa bagi sebagian suporter yang ingin menghadiri Piala Dunia 2026. Kebijakan tersebut diumumkan pemerintah AS, Kamis (14/5) sebagai bagian dari persiapan menyambut turnamen sepak bola terbesar dunia.
Sebelumnya, pemerintahan Donald Trump menerapkan aturan ketat bagi pemohon visa dari 50 negara berkembang dengan mewajibkan pembayaran jaminan antara 5.000 hingga 15.000 dolar AS, atau sekitar 81 juta hingga 243 juta rupiah. Dana tersebut akan dikembalikan setelah pemegang visa kembali ke negara asal mereka.
Namun melalui kebijakan terbaru, Departemen Luar Negeri AS memastikan jaminan visa itu tidak akan diberlakukan bagi anggota tim peserta Piala Dunia maupun suporter dari negara peserta yang telah memiliki tiket pertandingan dan terdaftar dalam sistem prioritas visa khusus Piala Dunia.
“Kami tetap berkomitmen memperkuat prioritas keamanan nasional Amerika Serikat sekaligus memfasilitasi perjalanan yang sah untuk turnamen Piala Dunia mendatang,” ujar Asisten Menteri Luar Negeri bidang urusan konsuler, Mora Namdar.
Namdar menambahkan pemerintahan Trump ingin menyelenggarakan “Piala Dunia FIFA terbesar dan terbaik dalam sejarah.”
Sebaiknya Anda baca juga:
FIFA menyambut positif keputusan tersebut. Dalam pernyataannya, juru bicara FIFA menyebut kebijakan baru itu menunjukkan kerja sama erat antara FIFA dan pemerintah AS demi menghadirkan turnamen yang sukses dan bersejarah.
Beberapa negara peserta Piala Dunia yang sebelumnya terdampak aturan jaminan visa antara lain Aljazair, Cape Verde, Pantai Gading, Senegal, dan Tunisia.
Sementara itu, dua negara peserta lainnya, yakni Haiti dan Iran, menghadapi pembatasan masuk yang jauh lebih ketat di bawah kebijakan imigrasi Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah AS juga memperluas pemeriksaan terhadap pengunjung dari negara-negara Barat dengan meminta akses ke akun media sosial pemohon visa sebagai bagian dari proses pemeriksaan keamanan.
Sebuah studi dari Mendoza Law Firm menyebut Haiti berpotensi tampil di Piala Dunia tanpa dukungan suporter langsung dari negaranya akibat pembatasan tersebut.
Laporan itu juga menyebut angka jaminan visa sebesar 15.000 dolar AS setara rata-rata pendapatan selama tiga tahun di lima negara peserta yang terdampak kebijakan tersebut.
Piala Dunia 2026 sendiri akan dimulai pada 11 Juni dan digelar bersama oleh Canada, Mexico, dan Amerika Serikat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!