Warga Kota Pecinta Sepak Bola di AS Tak Sanggup Beli Tiket Piala Dunia
📅 Kamis, 14 Mei 2026, 00:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW JERSEY, AMERIKA SERIKAT - Euforia Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ternyata tidak sepenuhnya membawa kebahagiaan bagi warga Kearny, New Jersey. Kota kecil yang dijuluki “Soccer Town USA” itu justru dipenuhi kekecewaan karena mahalnya harga tiket membuat banyak penduduk lokal mustahil menyaksikan pertandingan secara langsung di MetLife Stadium.
Anthony Duro, mahasiswa keuangan berusia 20 tahun, menjadi salah satu warga yang harus memendam impian menonton laga Piala Dunia dari dekat. Padahal, rumahnya hanya berjarak sekitar tujuh mil dari stadion yang akan menggelar partai final turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
“Kesal rasanya, karena akan sangat menyenangkan bisa melihat sebuah negara bermain di sini, apalagi saya tinggal sangat dekat dengan stadion,” ujar Duro kepada AFP di sebuah lapangan sepak bola di Kearny.
Kiper muda itu menyebut harga tiket sudah jauh melampaui batas kewajaran. “Menurut saya ini benar-benar tidak masuk akal,” katanya.
Lonjakan harga tiket memang memicu kritik luas. Tiket kategori termahal untuk final Piala Dunia 2026 dilaporkan mencapai lebih dari 30 ribu dolar AS, melonjak drastis dibanding final 2022 yang berada di kisaran 1.600 dolar AS. Bahkan tiket standar yang awalnya dijual antara 2.800 hingga 4.200 dolar AS kini di pasar penjualan ulang mendekati 11 ribu dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi tersebut membuat banyak kelompok suporter geram. Organisasi Football Supporters Europe bahkan menyebut struktur harga tiket Piala Dunia sebagai “pengkhianatan besar”.
Ironisnya, di Kearny sepak bola bukan sekadar hiburan. Kota industri berpenduduk sekitar 40 ribu jiwa itu memiliki sejarah panjang sebagai pusat perkembangan sepak bola di Amerika Serikat, terutama berkat imigran Skotlandia dan Irlandia yang membawa olahraga tersebut pada akhir abad ke-19.
Sistem pembinaan usia muda Kearny telah melahirkan sejumlah pemain tim nasional Amerika Serikat, termasuk Tony Meola. Karena itu, banyak warga merasa pahit ketika justru tidak mampu menikmati pesta sepak bola terbesar dunia di wilayah mereka sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sepak bola seharusnya menyatukan orang,” kata Sean McDonald dari Scots American Club.
“Dengan harga yang sangat berlebihan dan seluruh biaya dalam Piala Dunia ini, tujuan itu tidak akan tercapai,” tambah pria 51 tahun tersebut.
Di dalam clubhouse yang dipenuhi syal bertuliskan “Soccer Town USA” serta foto legenda Brasil Pele, McDonald menilai FIFA terlalu agresif mengejar keuntungan.
“Mereka mematok harga yang sangat mahal. Banyak orang di daerah ini sebenarnya ingin datang, tetapi mereka sama sekali tidak punya kemampuan finansial,” ujarnya.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya membela kebijakan harga tiket dengan alasan tarif tersebut sesuai dengan pasar Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah utama turnamen. Namun argumen itu tidak diterima warga Kearny.
CEO Scots American Club, Andrew Pollock, mempertanyakan alasan harga tiket harus melambung hanya karena turnamen digelar di Amerika Serikat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!