Estadio Azteca Bersolek Sambut Piala Dunia 2026, Meksiko Hidupkan Kenangan Pele dan Maradona
📅 Kamis, 14 Mei 2026, 00:25 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMEXICO CITY, MEKSIKO - Piala Dunia 2026 memang akan ditutup dengan partai final di stadion NFL di New Jersey, Amerika Serikat. Namun denyut sejarah turnamen justru dimulai dari sebuah “katedral sepak bola” di Meksiko, tempat dua legenda terbesar dunia, Pele dan Diego Maradona, pernah mencapai puncak kejayaan mereka.
Estadio Azteca yang ikonik kini telah direnovasi besar-besaran menjelang laga pembuka Piala Dunia pada 11 Juni mendatang antara Meksiko melawan Afrika Selatan.
Meski hanya menjadi tuan rumah untuk 13 dari total 104 pertandingan turnamen, Meksiko tetap mencatat sejarah sebagai negara pertama yang menggelar pertandingan Piala Dunia di tiga edisi berbeda, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada 1970 dan 1986.
Dua edisi tersebut hingga kini masih dianggap sebagai salah satu Piala Dunia terbaik sepanjang masa, terutama turnamen 1970 yang dimenangi Brasil bersama Pele.
Dalam bukunya The Greatest Show on Earth, penulis Andrew Downie menyebut Piala Dunia 1970 sebagai awal era modern sepak bola dunia. Turnamen itu menjadi yang pertama digelar di luar Eropa dan Amerika Selatan, pertama memperkenalkan pergantian pemain, kartu kuning-merah, hingga bola resmi Adidas Telstar dengan desain hitam-putih yang legendaris.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang paling berkesan, untuk pertama kalinya pertandingan Piala Dunia disiarkan secara langsung dan berwarna ke seluruh dunia.
Puncaknya terjadi di final ketika Brasil mengalahkan Italia 4-1 di Azteca dan Pele mengangkat trofi dunia untuk ketiga kalinya. Mantan kapten Inggris, Bobby Moore, bahkan menyebut turnamen itu seolah memang diciptakan khusus untuk sang legenda Brasil.
Enam belas tahun kemudian, Meksiko kembali menyelamatkan Piala Dunia setelah Kolombia mundur sebagai tuan rumah edisi 1986. Turnamen tersebut kemudian menjadi panggung abadi bagi Maradona.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Meksiko 1986 lahir gol kontroversial “Hand of God” dan aksi solo legendaris Maradona saat menghadapi Inggris di perempat final. Sang kapten kemudian membawa Argentina menjadi juara setelah mengalahkan Jerman Barat 3-2 di final.
“Memiliki Maradona seperti memiliki keajaiban yang terus terulang di setiap pertandingan,” ujar Jorge Valdano kala itu.
Kini, Azteca kembali bersolek menyambut sejarah baru. Stadion berkapasitas lebih dari 100 ribu penonton itu direnovasi dan kini menampung sekitar 83 ribu penonton. Arena tersebut baru dibuka kembali pada akhir Maret setelah hampir dua tahun ditutup.
“Itu stadion yang indah. Lapangannya luar biasa,” kata pelatih Meksiko, Javier Aguirre, setelah timnya bermain imbang tanpa gol melawan Portugal pada laga uji coba pembukaan kembali stadion.
Meksiko akan memainkan dua laga fase grup di Azteca menghadapi Afrika Selatan dan Ceko Satu laga lainnya dimainkan di Guadalajara melawan Korea Selatan.
Secara keseluruhan, Mexico City akan menggelar lima pertandingan, sementara Guadalajara dan Monterrey masing-masing menjadi tuan rumah empat laga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!