Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Terancam Terus Melemah

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Rupiah Terancam Terus Melemah Doc: ANTARA//INDRIANTO EKO SUWARSO.
Ket. PELEMAHAN MEMBURUK I Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dollar AS di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5).

Stabilitas Keuangan - Pelemahan Rupiah Saat Ini Lampaui Depresiasi Setahun Penuh di 2025

Tanpa perbaikan struktural, tekanan terhadap rupiah dikhawatirkan tak hanya bersifat sementara, tetapi dapat berkembang menjadi sentimen jangka panjang sehingga membebani pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi.

JAKARTA – Pele­mahan rupiah berpo­tensi berlanjut apabila tak diimbangi langkah strategis untuk mem­perkuat fundamental ekonomi domestik. Ketergantungan terha­dap arus modal asing jangka pendek membuat nilai tukar rentan terhadap gejolak global, terutama saat dollar AS me­nguat dan suku bunga inter­nasional tetap tinggi. 

Dalam situasi ini, pasar akan melihat sejauh mana pemerin­tah mampu menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan mendorong ekspor sebagai sumber pasokan devisa yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, reformasi fiskal juga menjadi faktor penting untuk mengembalikan keper­cayaan investor. Kredibilitas pengelolaan anggaran, kepas­tian regulasi, hingga disiplin fiskal akan memengaruhi per­sepsi pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dipone­goro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti menilai pelemahan rupiah terjadi karena tekanan eksternal dan lemahnya funda­mental ekonomi domestik. “Rupiah akan terus terdepresi­asi jika arus modal keluar lebih besar dibanding modal masuk, sementara impor tetap lebih tinggi daripada ekspor,” ujarnya kepada Koran Jakarta, Selasa (12/5).

Seperti diketahui, kurs rupiah terhadap dollar AS pada penu­tupan perdagangan, Se­lasa (12/5), melemah 115 poin atau 0,66 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.529 rupiah per dollar AS, melampaui target APBN di le­vel 16.500 rupiah per dollar AS. Dengan demikian, kurs ru­piah sepanjang 2026 melemah 758 poin atau 4,52 persen dari akhir 2025, melampaui pele­mahan rupiah selama setahun penuh di 2025 sebesar 639 poin atau 3,96 persen.

Esther menjelaskan ke­butuhan dollar AS meningkat akibat jatuh tempo utang luar negeri, kenaikan harga minyak dunia akibat konflik global, serta tingginya kebutuhan impor ba­han baku dan energi. Di sisi lain, ketergantungan Indonesia ter­hadap dollar AS dalam transaksi perdagangan dan pembayaran utang masih sangat besar.

Dia juga menyoroti struktur ekonomi nasional yang masih terlalu bergantung pada kon­sumsi domestik, sementara sektor penghasil devisa seper­ti investasi, ekspor, dan pari­wisata belum optimal. Kondisi tersebut diperparah oleh ca­dangan devisa yang dinilai be­lum cukup kuat untuk meno­pang tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai strategi pemerintah melalui operasi obligasi belum efektif dalam mengangkat ni­lai tukar rupiah. Menurutnya, langkah yang lebih penting adalah melakukan reformasi fiskal dan realokasi APBN guna mengembalikan kepercayaan investor terhadap pemerintah dan perekonomian nasional.

“Selain itu, data pertum­buhan ekonomi terbaru dinilai belum mampu memberi senti­men positif ke pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Ke­uangan, Purbaya Yudhi Sade­wa menyatakan pemerintah siap menstabilkan pasar obli­gasi guna meredam tekanan terhadap rupiah yang menem­bus 17.500 rupiah per dollar AS. Stabilitas imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) akan dijaga melalui skema bond sta­bilization fund (BSF) dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia, termasuk kemung­kinan mekanisme buyback.

Bersifat Terbatas

Pada kesempatan lain, Dosen Magister Ekonomi Tera­pan Unika Atma Jaya, YB. Su­hartoko menilai pelemahan rupiah saat ini lebih bersifat jangka pendek akibat capi­tal outflow ke Amerika Serikat (AS) yang dipicu kenaikan im­bal hasil US Treasury (obligasi pemerintah AS) dan ekspektasi defisit anggaran Negeri Paman Sam. Menurutnya, kondisi ter­sebut belum mencerminkan pelemahan fundamental eko­nomi domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Seniman Enam Negara Ramaikan Kegiatan Budaya Internasional

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Seniman Enam Negara Ramaika...

Pembuatan Eco Enzyme secara Massal Dilakukan Pemprov Jakarta

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembuatan Eco Enzyme secara...
Luar Negeri
Jumlah Korban Gempa Venezue...
Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.