Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dunia Hadapi Risiko Kebakaran Hutan Hebat Tahun Ini

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 02:10 WIB | Oleh:
Dunia Hadapi Risiko Kebakaran Hutan Hebat Tahun Ini Doc: imperial.ac.uk
Ket. Friederike Otto

PARIS – Para peneliti pada Selasa (12/5) memperingatkan bahwa dunia mungkin menghadapi tahun dengan kebakaran hutan sangat parah yang dipicu oleh perubahan iklim dan berpotensi kuat oleh fenomena cuaca El Nino, setelah kebakaran pada awal tahun 2026 yang memecahkan rekor.

“Tahun ini musim kebakaran global dimulai dengan sangat cepat,” kata Dr Theodore Keeping, seorang peneliti di Imperial College London dalam sebuah konferensi pers. “Luas wilayah yang hangus akibat kebakaran hutan sejauh ini 50 persen lebih tinggi dari rata-rata untuk waktu yang sama setiap tahunnya dan ini terjadi bahkan sebelum El Nino terbentuk,” imbuh dia.

El Nino adalah fase hangat dari siklus iklim alami pada suhu Samudra Pasifik dan angin pasat, yang mempengaruhi pola cuaca global dan meningkatkan kemungkinan kekeringan, curah hujan lebat, dan ekstrem iklim lainnya.

Fenomena ini juga menambah panas ke planet yang sudah menghangat akibat pembakaran bahan bakar fosil. El Nino terakhir membantu menjadikan tahun 2023 dan 2024 sebagai dua tahun terpanas yang pernah tercatat. Beberapa lembaga prakiraan cuaca memperkirakan peristiwa yang akan datang akan lebih kuat dan mungkin menyaingi El Nino super tiga dekade lalu.

Menurut data dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Global, kebakaran telah menghanguskan total area seluas lebih dari 163 juta hektare antara bulan Januari dan pekan pertama bulan Mei. Total area yang terbakar sekitar 20 persen lebih tinggi dari rekor sebelumnya sejak pelacakan global dimulai pada tahun 2012.

Friederike Otto, seorang profesor ilmu iklim di Imperial College London, juga memperingatkan bahwa“ada risiko serius bahwa kombinasi perubahan iklim dan El Nino dapat mengakibatkan cuaca ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2026. Namun ia mengatakan bahwa El Nino bukanlah alasan untuk panik karena itu adalah fenomena cuaca alami yang datang dan pergi.

“Perubahan iklim adalah alasan untuk panik karena situasinya semakin memburuk dari waktu ke waktu,” ucap dia. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Lift JPO Lenteng Agung Dipe...

Bahas Strategi Pertumbuhan

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Bahas Strategi Pertumbuhan
Luar Negeri
Pyongyang Klaim Kunjungan X...
Luar Negeri
Fujimori dan Sanchez Bersai...
Ekonomi
Antam Bagikan Dividen Sebes...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.