Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas: Pasokan Cabai Rawit Terjaga, Harga Berangsur Stabil

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 10:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas: Pasokan Cabai Rawit Terjaga, Harga Berangsur Stabil Doc: ANTARA
Ket. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa ditemui di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut pasokan cabai rawit nasional tetap terjaga sehingga harga berangsur stabil pada pekan pertama Mei 2026, didorong perbaikan produksi di sentra utama serta distribusi antardaerah yang semakin lancar.

"Harga cabai rawit nasional menunjukkan penurunan pada minggu pertama Mei 2026," kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (13/5).

Dia menyampaikan perbaikan pasokan dari sentra produksi dan penguatan distribusi antardaerah membuat harga cabai rawit di pasar mulai bergerak stabil.

Ia menyebutkan berdasarkan pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026, rata-rata harga cabai rawit merah nasional berada di kisaran Rp63.252 per kilogram.

Posisi tersebut jauh dibandingkan periode menjelang Lebaran 1447 Hijriah/2026 ketika harga di sejumlah pasar sempat berada di kisaran Rp120.000 per kilogram.

Ia mengatakan pergerakan harga cabai rawit mulai lebih terkendali setelah pasokan dari sejumlah sentra produksi kembali mengalir ke pasar. Distribusi yang lancar membuat tekanan harga yang sempat meningkat pada periode lebaran kini berangsur turun.

“Cabai rawit merah memang kalau hari hujan kemudian ada beberapa titik yang mengalami kena hama OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) dan lain sebagainya itu agak sedikit mengganggu,” ujar Ketut.

Namun demikian, kondisi pasokan cabai rawit secara nasional masih relatif aman dan harga di tingkat konsumen telah mengalami penurunan signifikan dibandingkan masa puncak permintaan sebelumnya.

Perbaikan kondisi tersebut terlihat dari jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH cabai rawit yang kini turun menjadi 91 daerah pada minggu pertama Mei 2026, setelah sempat mencapai 127 daerah pada minggu ketiga April lalu.

“Tapi secara pasokan kami pantau relatif bagus, secara prinsip sudah turun banyak. Pada saat menjelang lebaran itu kan menjelang bulan puasa sampai lebaran itu harga cabai rawit merah itu sudah di posisi Rp 120.000-an di pasar. Sekarang sudah turun jauh,” katanya.

Ketut menegaskan, penurunan harga cabai rawit tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi pangan nasional.

“Artinya secara inflasi dia sudah turun banyak. Kemudian di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) memang oke, tapi secara harga relatif sudah sangat banyak turun,” tambahnya.

Untuk menjaga tren perbaikan tersebut, Bapanas intens berkoordinasi dengan sentra produksi dan para petani penggerak hortikultura guna memastikan pasokan cabai tetap lancar di semua wilayah.

“Sehingga kami akan terus memantau. Kemudian kita juga berkoordinasi dengan para champion-champion cabai. Bagaimana pasokan dan lain sebagainya, itu yang kita lakukan sekarang,” jelas Ketut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.