Trump Ancam Tolak Kesepakatan Iran
📅 Selasa, 12 Mei 2026, 00:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SHarga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli melonjak 2,69 persen menjadi 104,01 dolar AS per barel pada awal perdagangan Senin.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Iran juga mengusulkan sebagian uranium yang sangat diperkaya diencerkan dan sisanya dipindahkan ke negara ketiga dengan syarat dapat dikembalikan jika negosiasi gagal atau AS menarik diri dari kesepakatan.
Koalisi Internasional
Di tengah situasi tersebut, Selat Hormuz kembali menjadi perhatian utama dunia karena jalur itu menjadi rute sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iran sebelumnya memberlakukan blokade di Selat Hormuz pada awal perang yang memicu lonjakan harga minyak dan gejolak pasar keuangan global.
Pemerintah AS menilai penguasaan jalur tersebut oleh Iran “tidak dapat diterima”.
Inggris dan Prancis kini memimpin pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz pascakonflik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua negara dijadwalkan menggelar pertemuan multinasional menteri pertahanan dari lebih 40 negara pada Selasa (12/5), guna membahas rencana pemulihan arus perdagangan internasional.
Namun Iran memperingatkan bahwa pengerahan kapal asing di kawasan itu akan memicu respons cepat.
“Hanya Republik Islam Iran yang dapat menegakkan keamanan di selat ini dan tidak akan mengizinkan negara mana pun untuk ikut campur dalam masalah tersebut,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi di X.
Situasi keamanan di kawasan juga semakin memanas setelah sejumlah serangan drone dilaporkan terjadi di Teluk.
Uni Emirat Arab mengaku berhasil mencegat dua UA V yang diluncurkan dari Iran, sementara Kuwait dan Qatar juga melaporkan insiden serupa di wilayah udara dan perairan mereka.
Juru bicara komisi keamanan nasional parlemen Iran Ebrahim Rezaei bahkan memperingatkan bahwa “pengekangan Iran telah berakhir.” “Serangan apa pun terhadap kapal-kapal kami akan memicu respons Iran yang kuat dan tegas terhadap kapal dan pangkalan Amerika,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!