Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Kian Terpuruk, Melemah Tembus Rp17.500: Pasar Ketakutan Suku Bunga AS Bertahan Tinggi

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Kian Terpuruk, Melemah Tembus Rp17.500: Pasar Ketakutan Suku Bunga AS Bertahan Tinggi Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di salah satu bank di Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.500 per dolar AS mencerminkan kuatnya tekanan eksternal yang berasal dari perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Pelaku pasar kini meyakini bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama seiring inflasi yang belum sepenuhnya jinak dan kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid.

Situasi ini membuat aset dolar AS kembali menarik, sehingga memicu arus keluar modal dari negara berkembang termasuk Indonesia.

Di tengah kondisi tersebut, rupiah menghadapi tekanan ganda karena investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Selain meningkatkan biaya impor dan tekanan inflasi domestik, pelemahan rupiah juga berpotensi memperbesar beban pembayaran utang luar negeri pemerintah maupun korporasi.

Jika tekanan berlangsung berkepanjangan, ruang stabilisasi kebijakan moneter domestik dapat menjadi semakin sempit karena otoritas harus menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan dorongan pertumbuhan ekonomi.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Selasa (12/5), melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS.

Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Tiffani Safinia menyatakan pelemahan rupiah didorong ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama.

“Penguatan dolar AS masih didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang bertahan lebih lama, meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, serta kenaikan harga minyak dunia yang meningkatkan tekanan terhadap rupiah,” katanya di Jakarta.

Pasar memproyeksikan Fed Fund Rate (FFR) tak turun sepanjang tahun ini di level 3,75 persen. Probabilitas CME FedWatch menunjukkan 350-375 basis points (bps) dominasi hingga akhir tahun.

Selain itu, pasar juga masih menunggu arah inflasi AS yang akan menentukan ekspektasi kebijakan moneter The Fed ke depan.

Melihat sentimen domestik, pelemahan rupiah juga dipengaruhi sentimen terkait aliran modal asing dan persepsi investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Isu Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sebelumnya menyoroti aspek transparansi dan struktur pasar modal Indonesia, lanjut dia, turut meningkatkan kehati-hatian investor global terhadap aset domestik.

Lebih lanjut, pasar turut mencermati kekhawatiran terkait kapasitas fiskal pemerintah, besarnya kebutuhan subsidi ketika rupiah melemah, serta meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang luar negeri korporasi pada periode April-Mei.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.