Jakarta Siaga Hantavirus, 4 Kasus Ditemukan, Ternyata Ini Lokasi Terlarang yang Wajib Dihindari
📅 Senin, 11 Mei 2026, 17:35 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan mengonfirmasi temuan empat kasus Hantavirus di wilayah ibu kota hingga periode Mei 2026. Di tengah kekhawatiran publik terkait potensi wabah, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menegaskan bahwa situasi masih terkendali dan mayoritas pasien telah dinyatakan sembuh.
Masyarakat pun diimbau untuk kembali memperketat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama dalam meminimalkan kontak dengan area yang berisiko terkontaminasi oleh hewan pengerat, guna memutus rantai penularan virus yang sejatinya telah dimonitor secara rutin setiap tahun tersebut.
“Cuci tangan sebelum melakukan aktivitas, sesudah melakukan aktivitas. Lalu kemudian kalau kita berada di tempat-tempat yang ada kemungkinan terkontaminasi atau bekerja di tempat-tempat yang kotor dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa pakai masker, mungkin pakai pengaman yang lain,” ungkap Ani saat dijumpai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin.
Selain itu, Ani juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik menghadapi virus tersebut.
Sebab, menurut Ani, virus ini bukanlah sebuah virus yang baru ditemukan seperti pandemi COVID-19. Ia menyebut virus ini sudah dimonitor setiap tahunnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Yang penting sebetulnya tidak perlu panik tapi waspada. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga pola hidup yang bersih, sehat,” papar Ani.
Di Jakarta sendiri, Ani mengatakan pihaknya mencatat empat kasus hantavirus ditemukan di ibu kota hingga bulan Mei 2026.
Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan telah sembuh, sementara satu orang masih berstatus suspek dan menunggu diagnosis pasti melalui pemeriksaan laboratorium.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terhadap satu pasien yang masih berstatus suspek tersebut, Ani memastikan penanganan telah dilakukan sesuai prosedur.
Pasien ditempatkan di ruang isolasi sebagai langkah antisipasi penyebaran sembari menunggu hasil laboratorium.
“Dan sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan dan tiga itu sudah sembuh semua,” jelas Ani.
Dinkes DKI memastikan temuan di Jakarta tidak berkaitan dengan klaster internasional yang merebak di kapal pesiar MV Hondius pada April-Mei ini dari jenis virus Andes.
Ani menegaskan seluruh kasus yang ditemukan merupakan kasus yang dipantau secara rutin sepanjang tahun.
“Bukan, enggak. Itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun,” kata Ani.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!