Sektor Pertanian Dinilai Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
📅 Minggu, 10 Mei 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati menilai konsistensi produksi pangan nasional menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026 di tengah ketidakpastian pangan global.
“Pasokan pangan dan produksi khususnya beras sangat mempengaruhi stabilitas. Karena itu konsistensinya perlu dijaga,” kata Ninasapti dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/5).
Menurut dia, sektor pertanian masih menjadi salah satu bantalan utama ekonomi nasional melalui penguatan produksi, stabilitas pasokan, dan pengendalian harga pangan.
Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada periode yang sama tahun sebelumnya, sektor pertanian menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama dengan kontribusi sebesar 1,11 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ninasapti mengatakan sektor pertanian memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai konsistensi produksi pangan perlu terus dijaga agar sektor pertanian mampu mempertahankan perannya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi pangan seperti yang ditunjukkan sepanjang 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan. Di tengah kenaikan harga secara umum, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen akibat turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan pasokan pangan domestik yang relatif terjaga dan mulai berdampak positif terhadap stabilitas harga pangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pasokan beras dan juga dari sisi produksi sangat mempengaruhi stabilitas. Saya kira ini perlu dijaga dengan baik,” ujar Ninasapti.
Ia menambahkan swasembada beras menunjukkan besarnya peran sektor pangan dalam menopang ekonomi nasional karena beras memiliki andil besar dalam pengendalian inflasi.
“Beras itu andilnya sangat besar dalam mengendalikan inflasi. Artinya ini menunjukkan peran makanan dan minuman yang sangat besar,” katanya.
Ninasapti juga mengapresiasi kerja keras petani serta dukungan pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional. Menurut dia, keberhasilan menjaga swasembada beras tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan di sektor pertanian.
Saat ini, cadangan beras pemerintah disebut telah mencapai lebih dari 5 juta ton yang tersimpan di berbagai gudang Perum Bulog di sejumlah daerah. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mengantisipasi gejolak pasar global.
“Saya kira hari-hari ini sektor yang memiliki kekuatan pada bangsa kita adalah sektor pertanian,” kata Ninasapti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!