Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sektor Pertanian Dinilai Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sektor Pertanian Dinilai Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno KTT Ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5).

Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati menilai konsistensi produksi pangan nasional menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026 di tengah ketidakpastian pangan global.

“Pasokan pangan dan produksi khususnya beras sangat mempengaruhi stabilitas. Karena itu konsistensinya perlu dijaga,” kata Ninasapti dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/5).

Menurut dia, sektor pertanian masih menjadi salah satu bantalan utama ekonomi nasional melalui penguatan produksi, stabilitas pasokan, dan pengendalian harga pangan.

Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada periode yang sama tahun sebelumnya, sektor pertanian menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama dengan kontribusi sebesar 1,11 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ninasapti mengatakan sektor pertanian memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar.

Ia menilai konsistensi produksi pangan perlu terus dijaga agar sektor pertanian mampu mempertahankan perannya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi pangan seperti yang ditunjukkan sepanjang 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan. Di tengah kenaikan harga secara umum, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen akibat turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan pasokan pangan domestik yang relatif terjaga dan mulai berdampak positif terhadap stabilitas harga pangan nasional.

“Pasokan beras dan juga dari sisi produksi sangat mempengaruhi stabilitas. Saya kira ini perlu dijaga dengan baik,” ujar Ninasapti.

Ia menambahkan swasembada beras menunjukkan besarnya peran sektor pangan dalam menopang ekonomi nasional karena beras memiliki andil besar dalam pengendalian inflasi.

“Beras itu andilnya sangat besar dalam mengendalikan inflasi. Artinya ini menunjukkan peran makanan dan minuman yang sangat besar,” katanya.

Ninasapti juga mengapresiasi kerja keras petani serta dukungan pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional. Menurut dia, keberhasilan menjaga swasembada beras tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan di sektor pertanian.

Saat ini, cadangan beras pemerintah disebut telah mencapai lebih dari 5 juta ton yang tersimpan di berbagai gudang Perum Bulog di sejumlah daerah. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mengantisipasi gejolak pasar global.

“Saya kira hari-hari ini sektor yang memiliki kekuatan pada bangsa kita adalah sektor pertanian,” kata Ninasapti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.