Produksi Melimpah, Kementan Perkuat Serapan Telur dari Magetan
📅 Minggu, 10 Mei 2026, 14:45 WIB | Oleh: Ilham SudrajatMAGETAN - Kementerian Pertanian memperkuat penyerapan telur ayam ras di tengah melimpahnya produksi peternak rakyat di Magetan. Langkah dilakukan untuk menjaga harga dan keberlanjutan usaha peternak.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Jumat (8/5). Rapat melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, asosiasi perunggasan, dan pelaku usaha.
Pemerintah menilai surplus produksi harus dikelola cepat agar tidak menekan harga di tingkat peternak. Karena itu, percepatan distribusi dan penguatan konsumsi terus didorong.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani, mengatakan pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah penyerapan telur. Salah satunya melalui gerakan pembelian telur oleh aparatur sipil negara.
“Pemerintah daerah akan memfasilitasi penyerapan telur melalui gerakan pembelian oleh ASN. Kampanye konsumsi telur juga terus diperkuat,” kata Nur Haryani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, penyerapan diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis dan bantuan sosial. Pemerintah daerah juga meningkatkan penggunaan telur pada program pemenuhan gizi masyarakat.
Penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis ditingkatkan dari satu kali menjadi tiga kali sepekan. Langkah tersebut diharapkan membantu menyerap produksi peternak rakyat.
“Penyerapan telur melalui Program MBG akan kami tingkatkan menjadi tiga kali seminggu. Harapannya produksi peternak lebih terserap,” ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah daerah juga memperkuat konsumsi telur melalui posyandu dan program pencegahan stunting. Program Pemberian Makanan Tambahan turut diperluas untuk membantu stabilisasi harga.
Untuk menekan biaya produksi, bantuan jagung subsidi mulai disalurkan Sabtu (9/5). Bantuan diarahkan mengurangi beban biaya pakan peternak rakyat.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Makmun, mengatakan pemerintah memperkuat hilirisasi dan distribusi hasil peternakan. Langkah tersebut dilakukan agar pasar telur semakin luas.
“Pemerintah terus memperkuat hilirisasi dan distribusi. Fokus kami menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat,” kata Makmun.
Kementerian Pertanian juga meminta pemerintah daerah mengawasi penjualan telur di bawah Harga Acuan Pembelian. Pengawasan diperlukan agar harga tetap berada dalam rentang acuan pemerintah.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan asosiasi perunggasan. Stabilitas pasokan dan harga bahan baku pakan juga terus dipantau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!