Pemimpin dan Rakyat Harus Saling Mengasihi seperti Terkandung dalm Mahkota Binokasih Karawang
📅 Minggu, 10 Mei 2026, 07:21 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaKARAWANG – Makna bagus kandungan dalam Binokasih di mana pemimpin dan rakyat harus saling mengasihi. Namun apakah demikian di dalam praktik sehari-hari? Sebaiknya demikian adanya.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan kehadiran Mahkota Binokasih dalam rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda menjadi pengingat pentingnya hubungan yang dilandasi kasih sayang antara pemimpin dan masyarakat.
“Kehadiran Mahkota Binokasih di sini adalah pengingat bahwa pemimpin dan rakyatnya harus diikat oleh rasa kasih. Semoga ini menjadi awal dari Karawang yang lebih unggul dan makmur,” kata Aep di Karawang, Sabtu malam.
Ia menyampaikan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibangun di atas nilai kasih sayang, kebersamaan, dan persatuan.
Menurut dia, bagi masyarakat Sunda, Mahkota Binokasih bukan sekadar benda pusaka, melainkan simbol legitimasi, kebijaksanaan, dan pengingat kejayaan Tatar Sunda pada masa lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mahkota Binokasih dikenal memiliki nama lengkap Binokasih Sanghyang Pake. Binokasih berarti kasih sayang, sedangkan Sanghyang Pake bermakna digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, nama tersebut mengandung makna bahwa nilai kasih sayang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mahkota tersebut juga memiliki tiga susunan yang merepresentasikan konsep Sunda Tritangtu, yakni silih asah, silih asih, dan silih asuh yang bermakna saling berbagi ilmu, saling menyayangi, dan saling membimbing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, ornamen bunga wijaya kusuma dan burung julang pada Mahkota Binokasih menggambarkan nilai kesetiaan, ketulusan, dan kekuatan tekad.
Dalam Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang, Mahkota Binokasih turut dihadirkan di atas panggung utama sebagai bagian dari simbol budaya Sunda.
Aep menilai kehadiran Mahkota Binokasih membawa pesan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai dan warisan budaya leluhur.
Kirab Budaya
Sebelumnya, kirab budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang menyedot ribuan warga. Mereka memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan kirab budaya dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda tersebut, Sabtu malam.
“Karawang meledak luar biasa,” kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!