Kaum Muda Kini Lebih Pilih Work-Life Balance Ketimbang Sekadar Ngejar Status Sosial
Jumat, 08 Mei 2026, 09:00 WIBJAKARTA â Banyak anak muda sekarang, terutama generasi Milenial dan Gen Z, punya definisi hidup nyaman yang beda dibanding generasi sebelumnya.
Kalau dulu kenyamanan sering diukur dari punya rumah besar, pekerjaan tetap, atau aset sebanyak mungkin, sekarang banyak yang lebih memilih hidup yang seimbang, fleksibel, dan minim tekanan.
Work-life balance, kesehatan mental, waktu luang, sampai kebebasan bekerja dari mana saja justru dianggap lebih penting daripada sekadar status sosial.
Perubahan pola pikir ini juga dipengaruhi kondisi ekonomi dan perkembangan digital yang bikin gaya hidup ikut berubah.
Harga properti yang makin tinggi, persaingan kerja yang ketat, hingga tren ekonomi kreatif membuat banyak anak muda lebih realistis dalam menentukan prioritas hidup.
Karena itu, konsep âsuksesâ sekarang jadi lebih personal. Ada yang merasa cukup dengan kerja fleksibel sambil traveling, ada juga yang memilih membangun usaha kecil tapi punya waktu lebih banyak untuk diri sendiri dan keluarga.
"Kalau generasi dulu ukuran nyaman itu rumah besar, tanah, mobil. Kalau generasi sekarang lebih ke fleksibilitas hidupnya," kata Sosiolog Imam Prasodjo saat dihubungi, Kamis (8/5).
Menurut dia, generasi muda saat ini umumnya cenderung lebih mengutamakan fleksibilitas, mobilitas, dan kemudahan akses ke fasilitas umum ketimbang kepemilikan aset fisik seperti rumah atau kendaraan pribadi.
Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia itu mengatakan, kecenderungan itu utamanya berkembang dalam masyarakat di perkotaan dengan pelayanan transportasi publik dan fasilitas umum memadai.
"Kalau di kota besar atau negara maju, public facility (fasilitas umum) buat mereka lebih nyaman daripada punya mobil sendiri," katanya.
Imam mengatakan bahwa generasi muda di perkotaan juga banyak yang memilih tempat tinggal yang praktis seperti apartemen studio, rumah sewa, atau indekos yang dianggap lebih sesuai dengan gaya hidup mereka yang dinamis.
Menurut dia, kecenderungan kaum muda sekarang dalam memilih tempat tinggal antara lain dipengaruhi oleh perubahan struktur sistem sosial.
"Kalau dulu orang hidup dalam keluarga besar sehingga rumah menjadi penting. Sekarang keluarga lebih kecil, mobilitas tinggi, jadi kebutuhan tempat tinggal juga berubah," ia menjelaskan.
Imam mengemukakan bahwa generasi muda saat ini banyak pula yang lebih mengutamakan pengalaman dan mobilitas ketimbang kepemilikan aset statis.
Di antara generasi muda sekarang tidak sedikit yang mengarahkan lebih banyak pengeluarannya untuk perjalanan, aktivitas sosial, dan kebutuhan gaya hidup dibandingkan untuk membeli rumah atau kendaraan.
"Kalau punya uang, mereka cenderung memilih traveling atau pengalaman lain. Jadi bukan berarti sederhana, tapi prioritas pengeluarannya berbeda," kata Imam.
Namun, dia mengatakan bahwa pola hidup semacam itu tidak diterapkan oleh seluruh generasi muda sekarang. Karena, tidak semua generasi tinggal di wilayah dengan infrastruktur dan struktur sosial yang sama.
Sebagai gambaran, Imam menjelaskan, kaum muda yang tinggal di perdesaan umumnya membutuhkan rumah tapak dan kendaraan pribadi karena fasilitas publik dan sarana pendukung mobilitas harian di wilayah mereka masih terbatas.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Meriah, Pet Fest Indonesia 2026 Hadirkan Beragam Aktivitas untuk Pecinta Hewan
-
Pemprov Lampung Wajibkan Koperasi Desa Merah Putih Bermitra dengan SPPG
-
Udara Makin Panas, Berapa Derajat Suhu AC yang Disarankan Saat Musim Kemarau?
-
GoWork Hadirkan Ruang Meeting Profesional di Jakarta, Fleksibel dan Lengkap!
-
Kehidupan Orangutan Morio di Pusat Rehabilitasi Samboja Lestari
-
Tren Kopi dan Gaya Hidup Urban Diangkat Lewat Kampanye Berbasis Pengalaman Pelanggan
-
Capaian Perekaman Data Administrasi Kependudukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.