• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Innovate for Impact Day 20...

Innovate for Impact Day 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Startup ASEAN di Jakarta

Jumat, 08 Mei 2026, 13:58 WIB

JAKARTA — Innovate for Impact Day Jakarta 2026 sukses mempertemukan lebih dari 90 pendiri startup, investor, pelaku industri, hingga perwakilan pemerintah dari berbagai negara ASEAN, Dalam gelaran yang berlangsung di The Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), fX Sudirman, Jakarta, pada 6 Mei 2026, ajang ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat konektivitas regional sekaligus mendorong kolaborasi inovasi lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

Mengusung tema “Catalysing Innovation for Impact in ASEAN,” acara tersebut menghadirkan dua program utama, yakni Creative Exchange Jakarta 2026 dan Grill or Chill Jakarta 2026. Kedua agenda tersebut dirancang untuk menggabungkan diskusi strategis dengan implementasi nyata, guna membangun kolaborasi yang lebih terarah dalam ekosistem startup ASEAN.

Ket. Foto: Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Dr. Sonny Hendra Sudaryana (kiri) dan Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang diwakili oleh Dr. Sonny Hendra Sudaryana, dalam ajang Innovate for Impact Day Jakarta 2026 di Jakarta pada Rabu (6/5). — Sumber: Innovate for Impact Day Jakarta 2026

Acara ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Satu Creative bersama Garuda Spark Innovation Hub, program di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas regional dalam lanskap inovasi kawasan.

Kegiatan dibuka dengan keynote speech dari Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Dr. Sonny Hendra Sudaryana. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun konektivitas antarnegara ASEAN agar kawasan ini dapat tumbuh sebagai ekosistem yang terintegrasi.

“Ke depan, ASEAN perlu bergerak sebagai ekosistem yang saling terhubung, bukan sebagai pasar yang berjalan sendiri-sendiri. Hal ini membutuhkan koordinasi lebih kuat antara kebijakan, platform ekosistem startup, dan para mitra. Sehingga, para founder startup mampu berkembang lintas negara dengan dukungan dan arah yang jelas,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Jumat (8/5).

Momentum penting dalam acara ini juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Satu Creative, yang diwakili oleh Ahmad Azuar Zainuddin, dan Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang diwakili oleh Dr. Sonny Hendra Sudaryana. Kesepakatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi inovasi lintas negara di kawasan ASEAN.

Dalam sesi Creative Exchange Jakarta 2026, diskusi berfokus pada perkembangan inovasi di ASEAN yang kini semakin diukur berdasarkan dampaknya terhadap aksesibilitas, keterjangkauan, dan kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan pasar yang beragam. Para pembicara menekankan bahwa inovasi tidak lagi semata diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari keberlanjutan akses, ketahanan terhadap perubahan, dan transformasi jangka panjang yang dihasilkan.

Diskusi tersebut juga menyoroti tantangan ekosistem startup ASEAN yang masih menghadapi fragmentasi dukungan. Meski berbagai program dan akses pendanaan tersedia, banyak di antaranya dinilai belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan nyata para founder. Karena itu, diperlukan desain ekosistem yang lebih terarah agar akses pendanaan, program pengembangan, dan jejaring dapat saling terhubung secara efektif.

Sesi ini menghadirkan sejumlah tokoh ekosistem startup, di antaranya Ahmad Azuar Zainuddin selaku Chief Executive Officer Satu Creative, Zahra Damariva selaku Partners & Chief Operating Officer Impactto, serta Jessy Abdurrahman, CEO dan Founder Zi.care. Diskusi dipandu oleh Mizan Lazuardi, AI Connect Program Lead Telkom Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Azuar menekankan bahwa inovasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Baginya, inovasi usaha seharusnya mampu meningkatkan kualitas hidup bagi pelakunya.

“Di Satu Creative, kami percaya bahwa inovasi usaha seharusnya mampu meningkatkan kualitas hidup. Dukungan untuk startup dan inovator yang memiliki tujuan jelas tidak hanya mampu membangun bisnis, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat supply chain, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus membantu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kawasan kita,” paparnya.

Sementara itu, sesi Grill or Chill Jakarta 2026 berfokus pada implementasi melalui ajang pitching startup di hadapan panel yang terdiri dari perwakilan Satu Creative, Kementerian Komunikasi dan Digital, Gobi Partners Indonesia, Instellar, dan Pijar Foundation.

Pitching tersebut menghadirkan delapan startup dari Indonesia dan Malaysia, termasuk tiga startup asal Malaysia yakni Beebag Sdn Bhd, Materials In Works (M) Sdn Bhd, dan Moms Village Asia Sdn Bhd, serta lima startup berbasis Jakarta seperti PT Matagi Informasi Pertiwi Indonesia, PT Enova Cakra Digital, PT Fellas Sahabat Ibu dan Anak, PT Revolusi Kesihatan Indonesia, dan PT Orionex Solusi Digital.

Melalui sesi ini, para founder memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung dengan pemangku kepentingan ekosistem startup, mendapatkan masukan strategis, serta membahas peluang pengembangan solusi lintas negara. Format diskusi dibuat interaktif agar pembahasan tidak berhenti pada presentasi ide, melainkan berlanjut pada penguatan strategi implementasi di pasar regional.

Ahmad Azuar menilai ASEAN saat ini berada pada momentum penting dalam perjalanan inovasinya. Saat ini merupakan momen penting terbukanya berbagai peluang di ASEAN, tetapi tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks.

“Masa depan kawasan ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita berkolaborasi lintas industri, yang menghubungkan founder, investor, pemerintah, dan para mitra untuk mengubah ide menjadi inovasi berdampak nyata dan berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui keseluruhan rangkaian acara, terlihat jelas bahwa masa depan inovasi startup ASEAN akan sangat ditentukan oleh kemampuan menghadirkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan nyata masyarakat. Adaptasi terhadap dinamika pasar dan fokus pada kebutuhan pengguna dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan dampak berkelanjutan di kawasan.

Selain memperkuat diskusi strategis, Innovate for Impact Day Jakarta 2026 juga membuka ruang bagi tumbuhnya ide, investasi, dan kemitraan yang lebih terarah untuk mempercepat perkembangan ekosistem startup ASEAN.

  • Inovasi Digital
  • Komdigi
  • Innovate for Impact Day 2026
  • Startup ASEAN
  • Satu Creative
  • Garuda Spark Innovation Hub
  • Ekosistem Startup

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.