Swiatek Mundur, Sabalenka Tetap Unggulan Utama

Senin, 27 Apr 2026, 06:23 WIB

MADRID - Gangguan fisik mendadak meruntuhkan peluang Iga Swiatek. Sedangkan Aryna Sabalenka justru menunjukkan dominasi nyaris sempurna untuk mempertegas status unggulan utama di Madrid Open.

Turnamen Madrid Open menghadirkan dua narasi kontras, Minggu (26/4) dini hari WIB. Swiatek dipaksa mundur akibat sakit. Sedangkan Sabalenka melanjutkan kemenangan impresifnya.

Ket. Foto: Petenis Polandia Iga Swiatek melakukan servis kepada petenis AS Ann Li dalam pertandingan tunggal putaran ketiga turnamen tenis WTA Tour Madrid Open 2026 di Caja Magica, Madrid, pada 25 April 2026. — Sumber: Thomas COEX / AFP

Swiatek, juara edisi 2024, harus mengakhiri langkah di babak ketiga saat menghadapi petenis Amerika Serikat Ann Li. Sempat bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menyamakan kedudukan, petenis Polandia itu tak mampu melanjutkan laga ketika tertinggal 0-3 di set penentuan.

Permasalahan fisik menjadi faktor krusial. Setelah kehilangan servis di awal set ketiga, Swiatek minta pemeriksaan medis. Dia mencoba bertahan, namun kondisi tubuh yang terus menurun memaksanya menyerah.

Dalam pengakuannya usai pertandingan, Swiatek mengungkap telah berjuang melawan virus perut selama dua hari terakhir. “Saya hampir tidak punya energi dan stabilitas. Secara fisik terasa sangat buruk,” ujarnya. Dia juga menyebut adanya indikasi virus yang menyebar di antara para pemain.

Hasil ini menjadi catatan pahit, karena merupakan eliminasi paling awal Swiatek dalam lima penampilannya di Madrid. Padahal, dia merasa performanya tengah menanjak sebelum turnamen dimulai. “Saya merasa permainan saya sedang berkembang, tapi saya bahkan tidak bisa bersaing hari ini,” ucapnya dengan nada kecewa.

Di sisi lain, Sabalenka justru tampil tanpa cela. Petenis nomor satu dunia itu melangkah ke babak 16 besar setelah menaklukkan wakil Rumania Jaqueline Cristian dengan skor meyakinkan 6-1, 6-4.

Sabalenka membuka laga dengan dominasi total, memenangkan 89 persen poin dari servisnya pada set pertama. Meski Cristian memberi perlawanan lebih sengit di set kedua, Sabalenka tetap mengontrol pertandingan dan memastikan kemenangan lewat break krusial di gim kesembilan.

Menariknya, Sabalenka tidak hanya mengandalkan kekuatan pukulan, tetapi juga variasi permainan. Dia mencetak pukulan backhand satu tangan sambil berlari, sesuatu yang jarang terlihat dalam permainannya, sebelum menutup laga dengan dropshot cerdik. “Itu mungkin pukulan terbaik dalam hidup saya,” ujarnya. ben/AFP/G-1

  • madrid open 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.