Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Batas Akhir Hari Ini! Kementan Minta Petani Segera Update e-RDKK agar Pupuk Subsidi Tak Hangus

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 15:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Batas Akhir Hari Ini! Kementan Minta Petani Segera Update e-RDKK agar Pupuk Subsidi Tak Hangus Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) mengingatkan hari ini, Jumat (8/5), merupakan hari terakhir pemutakhiran data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) Tahun 2026

JAKARTA– Kementerian Pertanian (Kementan) mengingatkan hari ini, Jumat (8/5), merupakan hari terakhir pemutakhiran data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) Tahun 2026. Petani diminta segera memastikan data telah diperbarui supaya tetap berhak menerima pupuk bersubsidi di musim tanam mendatang.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, menegaskan e-RDKK menjadi dasar utama pemerintah menetapkan penerima pupuk subsidi. Ia meminta petani yang belum memperbarui data lahan, komoditas, dan kebutuhan pupuk untuk segera melakukan pemutakhiran sebelum tenggat berakhir.

"Jangan sampai terlewat. Pastikan data sudah benar dan diperbarui hari ini agar hak petani terhadap pupuk subsidi tetap terjamin," kata Andi di Jakarta, Jumat (8/5).

Andi menyebut stok pupuk subsidi masih aman. Dari alokasi nasional 2026 sebesar 9,55 juta ton, tersisa 6,49 juta ton yang bisa dimanfaatkan petani selama musim tanam ini. Ia mendorong petani tidak menunda penggunaan jatah pupuk dan mempercepat realisasi tanam. 

"Stok pupuk subsidi masih sangat mencukupi. Ini momentum yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami mendorong petani untuk segera melakukan percepatan tanam dan menggunakan pupuk secara bijak agar hasilnya optimal," ujarnya.

Menurut Andi, pemerintah sedang membenahi tata kelola pupuk subsidi secara menyeluruh. Salah satunya melalui digitalisasi penyaluran dengan e-RDKK agar pendataan dan verifikasi lebih cepat, transparan, dan akurat. Langkah ini sekaligus memangkas kerumitan birokrasi yang kerap dikeluhkan petani.

Selain itu, pemerintah memangkas Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen untuk jenis Urea, NPK Phonska, NPK Formula Khusus, ZA, dan pupuk organik. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan daya beli petani dan mendorong penggunaan pupuk yang optimal guna memperkuat produksi pangan nasional.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan reformasi tata kelola pupuk adalah bagian dari upaya memperkuat produksi pangan dan kesejahteraan petani. "Kalau petani dimudahkan mendapatkan pupuk, produksinya meningkat. Kalau produksi meningkat, kesejahteraan petani ikut naik. Itu yang terus kami perjuangkan," kata Mentan Amran.

Lebih transparan

Mentan Amran menegaskan pembenahan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai pendataan, distribusi, hingga pengawasan lapangan agar subsidi tepat sasaran. Digitalisasi lewat e-RDKK, menurutnya, menjadi kunci sistem yang transparan, akuntabel, dan meminimalkan penyimpangan.

Terkait penurunan HET, Kementan memastikan kebijakan ditopang efisiensi distribusi dan perbaikan tata kelola sehingga tidak membebani APBN. "Kami ingin memastikan pupuk subsidi benar-benar diterima petani yang berhak. Karena itu, validitas data e-RDKK menjadi sangat penting," ujar Andi.

Kementan optimistis pembenahan ini akan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan akses pupuk yang mudah, harga terjangkau, dan distribusi tertata, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan mendukung kedaulatan pangan Indonesia.

Kementan juga meminta pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan kios pupuk aktif mendampingi petani merampungkan pemutakhiran data hingga batas akhir hari ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

SMAN 3 Kota Sorong Terima Pendaftar SPMB Capai 636 Orang

27 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
SMAN 3 Kota Sorong Terima P...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
  • Iran Kembali akan Tutup Selat Hormuz sebagai Protes Serangan Israel di Lebanon
    Preview komentar:
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.