Update Konflik AS-Iran Mei 2026: Penangguhan Project Freedom dan Diplomasi China di Beijing
📅 Kamis, 07 Mei 2026, 03:25 WIB | Oleh: AlfredBEIJING - Pemerintah China menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara di kawasan pesisir harus dihormati menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan sementara operasi militer "Project Freedom" di Selat Hormuz.
"Situasi di Selat Hormuz tetap tegang. Hanya melalui gencatan senjata dini dan penuh, kondisi yang diperlukan untuk deeskalasi dapat tercipta. Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara pesisir harus dihormati," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Rabu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (5/5) bahwa "Proyek Freedom," operasi militer AS yang bertujuan untuk memandu kapal keluar dari Selat Hormuz, akan dihentikan sementara untuk melihat apakah kesepakatan damai dapat tercapai antara Washington dan Teheran.
"Meski Blokade akan tetap diberlakukan sepenuhnya, Project Freedom (Pergerakan Kapal Melintasi Selat Hormuz) akan ditangguhkan sementara waktu untuk melihat apakah Kesepakatan dapat difinalisasi dan ditandatangani," tulis Trump di platform media sosial Truth Social.
Trump menuturkan bahwa keputusan itu didasarkan pada permintaan Pakistan dan negara-negara lainnya, serta kemajuan besar menuju kesepakatan yang menyeluruh dan final dengan perwakilan Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kekhawatiran yang wajar dari negara-negara regional harus ditanggapi dengan serius, dan kepentingan sah komunitas internasional harus dilindungi," tambah Lin Jian.
Lin Jian kembali menyebut posisi China mengenai situasi di Selat Hormuz sudah jelas.
"Kami berharap pihak-pihak terkait akan bertindak bijaksana, menghindari eskalasi lebih lanjut, menyelesaikan perselisihan melalui dialog, dan segera memulihkan perdamaian dan ketenangan di Selat Hormuz. China akan terus berupaya untuk meredakan situasi di sana," ungkap Lin Jian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Rabu ini, Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi di Beijing. Dalam pembicaraan itu, Lin Jian mengatakan China mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya dan memuji kesediaan Iran untuk mencari penyelesaian politik melalui jalur diplomatik.
"China menganjurkan agar negara-negara Teluk dan Timur Tengah perlu mengambil nasib mereka sendiri. Kami mendorong Iran untuk berdialog dengan lebih banyak negara Teluk untuk mewujudkan hubungan bertetangga yang baik dan persahabatan," tambah Lin Jian.
Pertemuan kedua menlu itu hanya berselang kurang dari dua minggu dari rencana pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump di Beijing pada 14-15 Mei 2026.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan operasi militer AS terhadap Iran, yang dilancarkan bersama Israel pada 28 Februari telah berakhir.
Hal itu seiring Washington mengalihkan fokusnya pada "Project Freedom" dalam upaya untuk membuka kembali jalur perairan yang sangat penting bagi energi global tersebut.
"Project Freedom" disebut bersifat defensif, terbatas dalam cakupan, dan sementara, serta bahwa AS menganggap gencatan senjata dengan Iran yang disepakati sekitar sebulan lalu belum berakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!