Hujan Meteor Eta Lyrids akan Menghiasi Langit Malam, Catat Waktu dan Cara Melihatnya
📅 Kamis, 07 Mei 2026, 15:45 WIB | Oleh: Lili LestariNEW YORK — Hujan meteor Eta Aquarid dan Eta Lyrids menerangi langit Indonesia pada bulan Mei 2026. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melaju melewati jejak puing-puing yang tertinggal dari komet atau asteroid.
Hujan meteor Eta Aquarid telah mencapai puncaknya pada Selasa (5/5) malam hingga Rabu (6/5) pagi. Sementara hujan meteor Eta Lyrids diperkirakan aktif sekitar tanggal 3–14 Mei, dan aktivitas puncaknya aka terjadi pada tanggal 8 Mei.
Hujan meteor terjadi ketika Bumi melaju melewati jejak puing-puing yang tertinggal dari komet atau asteroid. Serpihan-serpihan tersebut bertabrakan dengan atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi, menghasilkan garis-garis cahaya yang juga dikenal sebagai bintang jatuh.
Pada malam tertentu, beberapa meteor yang tersebar dapat terlihat di bawah langit gelap. Hujan meteor menghasilkan pertunjukan yang lebih menarik dan terjadi pada waktu yang dapat diprediksi setiap tahunnya.
Hujan meteor Eta Aquarids menampilkan puing-puing dari salah satu komet yang paling terkenal, Komet Halley. Komet ini melewati Bumi kira-kira setiap 76 tahun sekali dalam perjalanannya mengelilingi matahari. Komet ini akan melintas lagi pada tahun 2061.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbeda dengan Eta Aquarids, hujan meteor Eta Lyrids tergolong hujan meteor minor dengan jumlah meteor yang lebih sedikit. Meskipun begitu, hujan Eta Lyrids menawarkan fitur unik yang membedakannya dari hujan meteor lainnya.
Meteor-meteor ini berasal dari jejak puing Komet C/1983 H1 (IRAS-Araki-Alcock). Biasanya, ukurannya sebesar butiran pasir, tetapi sesekali, Anda akan melihat potongan yang lebih besar. Setiap fragmen menciptakan bola api yang mengesankan saat terbakar di atmosfer Bumi dengan kecepatan rata-rata 43 km/detik. Hal ini menghasilkan jejak-jejak cepat dan berwarna-warni seperti kembang api yang dapat secara dramatis mengubah langit malam.
Ciri khas lain dari hujan meteor Eta Lyrids adalah lokasi titik pancarannya di dalam konstelasi Lyra. Posisi unik ini secara signifikan mempengaruhi potensi visibilitasnya, terutama bagi pengamat di Belahan Bumi Utara. Para astronom amatir sering menggunakan bintang terang Lyra, Vega, sebagai acuan untuk menemukan titik pancaran, sehingga meningkatkan pengalaman pengamatan mereka selama malam-malam puncak hujan meteor tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cara Melihat Hujan Meteor
Tak perlu teleskop untuk menikmati fenomena hujan meteor Eta Lyrids bulan Mei ini, karena Anda bisa melihatnya dengan mata telanjang di lokasi yang gelap dan jauh dari lampu kota.
Untuk melihat meteor-meteor ini, sebaiknya keluar rumah sesaat sebelum fajar. Jauhkan diri dari lampu kota dan gedung-gedung tinggi untuk mendapatkan pemandangan langit yang jelas. Dalam hal ini, mungkin juga membantu untuk menemukan tempat yang menghalangi cahaya bulan sabit yang semakin mengecil, yang akan mencapai 84% penuh.
Bawalah selimut dan kursi lipat. Hindari melihat ponsel dan beri waktu mata Anda untuk terbiasa dengan kegelapan.
Jika kondisi cuaca cerah, fenomena ini akan menjadi salah satu pertunjukan langit terbaik sepanjang Mei 2026. Tidak ada cara yang lebih baik untuk menikmati pertunjukan selain mengalaminya secara langsung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!