Tak Mau Produksi Turun, Pembudi Daya Ikan Lebak Terapkan Strategi Cerdas Ini Jelang Kemarau
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim PenulisLEBAK – Musim kemarau panjang bukan cuma bikin panas, tapi juga bisa jadi tantangan serius buat para pembudi daya ikan.
Saat debit air menurun dan suhu meningkat, kualitas air ikut terdampak—oksigen berkurang, konsentrasi limbah naik, dan ikan jadi lebih rentan stres bahkan terserang penyakit. Kalau tidak diantisipasi, produksi bisa turun cukup signifikan.
Makanya, langkah antisipasi jadi penting. Mulai dari mengatur kepadatan tebar, memastikan sirkulasi air tetap baik, sampai menyiapkan cadangan air atau teknologi sederhana seperti aerator.
Pendekatan ini bukan sekadar “jaga-jaga”, tapi bagian dari strategi supaya usaha tetap jalan meski cuaca tidak bersahabat.
Dengan persiapan yang tepat, kemarau panjang sebenarnya masih bisa dihadapi tanpa harus mengorbankan hasil panen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kuncinya ada di adaptasi—semakin cepat pembudi daya membaca perubahan kondisi, semakin besar peluang produksi tetap stabil.
Pembudi daya ikan tawar di Kabupaten Lebak, Banten, menerapkan cara budi daya ikan yang baik (CBIB) untuk mengantisipasi musim kemarau panjang atau El Nino agar produksi tidak menurun.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana di Lebak, Rabu (6/5), mengatakan pembudi daya ikan dapat menerapkan CBIB untuk mengantisipasi musim kemarau panjang, sehingga ikan terhindar dari bakteri seperti Aeromonas hydrophila yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya pada ikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pembudi daya ikan dapat menjaga kualitas kebersihan ikan, menambah aerasi, mengatur kepadatan tebar dan efisiensi pakan serta rutin memantau kesehatan ikan.
Selama ini, kata dia, musim panas ekstrem memang berdampak pada sektor perikanan ikan tawar dan dipastikan debit air berkurang, suhu naik, oksigen menurun, pH tinggi, dan kadang amonia naik, sehingga ikan mudah stres.
Selain itu, juga pertumbuhan melambat, penyakit juga lebih mudah muncul hingga berisiko kematian.
Namun demikian, penerapan CBIB dipastikan produksi ikan tawar tidak berdampak dan tetap memenuhi ketersediaan konsumsi konsumen.
"Kami meyakini jika pembudi daya ikan tawar menerapkan CBIB di musim kemarau tetap produksi ikan berjalan baik," katanya.
Berdasarkan produksi ikan tawar pada 2025 di Kabupaten Lebak mencapai 4.089,15 ton terdiri atas ikan lele, nila, emas, gurami, patin, udang vaname, dan bawal dengan menggulirkan perputaran uang Rp141 miliar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!