Kloter 13 Jadi Penutup Gelombang Pertama Haji 2026, Ini Perubahan Besar di Gelombang Kedua
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 01:20 WIB | Oleh: AlfredMEDAN - Kelompok terbang (kloter) 13 Embarkasi Medan menjadi penutup gelombang pertama pemberangkatan haji 2026, sekaligus menandai perubahan skema perjalanan jamaah yang mulai 6 Mei akan langsung menuju Makkah dengan kewajiban mengenakan ihram sejak dari embarkasi.
"Alhamdulillah, hari ini masuk kloter 13 ya. Ini gelombang pertama akhir," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus setelah menyambut kedatangan 359 calon haji Kloter 13 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Selasa.
Gelombang pertama ini, lanjut dia, akan bertolak dari Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang menuju Bandara Internasional Amir Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah.
Untuk selanjutnya akan berpindah bandara tujuan dari Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang menuju Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.
"Besok (Rabu, 6/5), masuk gelombang kedua. Jadi jamaah yang hadir hari ini diberangkatkan menuju Madinah, kalau kloter 14 dari Kualanamu menuju Makkah," kata Zulkifli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya juga menyebutkan, bahwa Kementerian haji dan Umrah RI telah menerbitkan surat edaran penggunaan pakaian ihram serta pembatasan barang bawaan bagi calon haji gelombang kedua.
Hal ini bertujuan memastikan kelancaran proses keberangkatan sekaligus mendukung persiapan jamaah calon haji Indonesia dalam melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
"Sudah ada edaran Kementerian Haji dan Umrah, bahwa jamaah calon haji gelombang kedua di embarkasi sudah kenakan kain ihram, sehingga nanti tinggal mengambil miqat," tutur Zulkifli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data PPIH Embarkasi Medan menyebutkan sebanyak 5.990 calon haji, di antaranya 68 petugas haji asal Sumatera Utara diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April hingga 11 Mei 2026.
Hingga pemberangkatan Kloter 12 Embarkasi Medan hari ini tercatat sebanyak 4.305 calon haji, di antaranya 48 petugas haji atau 71,87 persen telah tiba di Tanah Suci.
"Bagi yang berkeyakinan di Yalamlam, itu dibolehkan. Yang sebagian mungkin di Jeddah, itu bisa mengambil miqat," kata Zulkifli.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!