Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Erosi

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Erosi Doc: Antara
Ket. Ilustrasi.

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tubagus Solihuddin mengatakan sebanyak 65,8 persen area garis Pantai Utara (Pantura) Jawa mengalami erosi.

Tubagus menyebutkan erosi tersebut diakibatkan oleh pembangunan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi yang berjalan sangat masif akibat tingginya tekanan demografi, sehingga berujung pada ekstraksi sumber daya laut dan pesisir.

“Jadi, 84 persen Pantai Utara Jawa itu tersusun oleh endapan pluvial dan endapan delta. Secara geologi endapan yang menyusun Pantai Utara Jawa itu masih unconsolidated. Masih belum terkompaksi dengan kuat sehingga sangat mudah mengalami erosi dan pemampatan,” katanya di Jakarta, Selasa (5/5).

Tubagus memaparkan analisis perubahan garis pantai menggunakan Citra Satelit Sentinel selama periode 2000 hingga 2024 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Ia merinci, perubahan garis pantai didominasi oleh laju erosi sebesar 65,8 persen, sementara tingkat akresi (penambahan daratan) hanya berada di angka 34,2 persen.

Dia juga menyoroti sebuah anomali dari data pemantauan tersebut, di mana erosi yang masif justru terjadi di lingkungan delta yang secara alamiah merupakan area sedimentasi.

Kondisi ini sangat berkaitan erat dengan aktivitas modifikasi di daerah hulu, seperti kanalisasi, pembelokan arah sungai, dan pembangunan bendungan, yang pada akhirnya memutus suplai sedimen ke wilayah muara pesisir.

Dampak dari modifikasi antropogenik ini terekam jelas di berbagai titik. Di Tanjung Pontang, Serang, daratan seluas 1,72 kilometer persegi telah lenyap tererosi akibat pembelokan aliran Sungai Ciujung Baru.

Tenggelamkan Infrastruktur

Di kawasan Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, air laut telah merangsek masuk hingga empat kilometer ke daratan, menenggelamkan infrastruktur publik secara permanen serta merendam lebih dari 1.000 hektare tambak warga.

Selain Bekasi, hal serupa juga tercatat di Legonkulon, Subang, di mana intrusi air laut sejauh dua kilometer telah merendam 700 hektare tambak. Abrasi juga mengerosi jalan desa sepanjang 500 meter hingga satu kilometer di Krangkeng, Indramayu.

Khusus di wilayah Demak, kini, air laut kembali masuk sejauh lima hingga enam kilometer ke daratan Demak, menelan sawah dan kawasan permukiman.

Hal ini diperparah dengan kenaikan muka air laut (Sea Level Rise/SLR) dan penurunan muka tanah (Land Subsidence).

Berdasarkan pemodelan data altimetri (1993-2025), tren kenaikan muka air laut di Pantura mencapai rata-rata 0,41 hingga 0,42 sentimeter per tahun, mengakibatkan akumulasi kenaikan hingga 15,5 sentimeter dalam kurun waktu 32 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.