Sekolah di Cianjur Darurat, Ratusan Ruang Kelas Rusak Berat, Pemerintah Pusat Turun Tangan

Selasa, 05 Mei 2026, 02:50 WIB

CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan perbaikan terhadap 496 ruang kelas sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan berat akan dilakukan secara bertahap dan jauh lebih cepat dari rencana semula.

Langkah percepatan ini diambil setelah Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan lampu hijau bantuan anggaran pasca-pertemuan intensif yang dilakukan Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, dengan pihak kementerian di Jakarta. 

Ket. Foto: Ruang kelas rusak lapuk dimakan usia di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tidak dapat lagi digunakan karena rawan ambruk mengancam keselamatan siswa. — Sumber: ANTARA/Ahmad Fikri

Beberapa program yang dapat dialokasikan untuk Cianjur, salah satunya perbaikan ratusan ruang kelas yang rusak, baik karena faktor alam atau lapuk dimakan usia, sehingga dengan bantuan dari pusat perbaikan dapat segera dilakukan.

"Harapan kami dengan bantuan dari pemerintah pusat perbaikan fasilitas pendidikan dapat lebih cepat, sehingga secara bertahap perbaikan segera dilakukan setelah kami beberapa kali berkunjung ke Kemendikdasmen di Jakarta," katanya.

Dia menambahkan target perbaikan tidak sampai 5 tahun ketika bantuan yang diberikan pemerintah pusat dapat menambah jumlah ruang kelas yang diperbaiki setiap tahunnya, sehingga perbaikan dapat berjalan cepat.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Cianjur mendata sebanyak 496 ruang kelas SD rusak berat, bahkan sebagian besar sudah tidak dapat digunakan, sehingga perbaikan membutuhkan waktu hingga 10 tahun karena minimnya anggaran.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Cianjur Rifki Mohammad Ramdan mengatakan ratusan ruang kelas yang rusak tersebar di 125 sekolah mulai dari utara hingga selatan, termasuk di wilayah perkotaan Cianjur.

Sebagian besar ruang kelas yang rusak masuk dalam kategori berat, bahkan puluhan diantaranya nyaris rata dengan tanah dan sudah tidak dapat digunakan, sehingga untuk melakukan perbaikan dibutuhkan biaya yang cukup besar.

Setiap tahunnya dengan anggaran yang tersedia dari APBD, Pemkab Cianjur hanya mampu memperbaiki sekitar 30 ruang kelas, sehingga untuk memperbaiki ratusan ruang kelas yang rusak membutuhkan waktu cukup lama.

"Disdikpora Kabupaten Cianjur terus berkomunikasi dengan Pemprov Jabar dan pemerintah pusat untuk mempercepat perbaikan ruang kelas ketika mendapat tambahan anggaran perbaikan, sehingga tidak sampai menunggu lama," katanya.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.