- Home
-
- Luar Negeri
-
- WHO Mohon Lebih Banyak Duk...
WHO Mohon Lebih Banyak Dukungan untuk Atasi Ebola
Kamis, 06 Agu 2026, 02:30 WIBJENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (4/8) menyerukan dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak untuk memerangi wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo (DRC), setelah institusi itu kewalahan dalam upaya penanggulangannya.
Wabah ini adalah yang terbesar yang pernah melanda DRC meskipun penyebarannya baru diumumkan kurang dari tiga bulan yang lalu.
âSayangnya, wabah ini masih meluas melebihi kapasitas penanganan yang ada,â kata juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, kepada wartawan di Jenewa.
âKami membutuhkan lebih banyak dukungan dalam hal keuangan, tetapi juga sumber daya lain untuk meningkatkan semua bidang respons: kapasitas perawatan, tim investigasi lapangan, tim penguburan yang aman, dan pekerja komunitas,â imbuh dia.
WHO mencatat terdapat 3.802 kasus Ebola yang terkonfirmasi di DRC, termasuk 1.707 kematian. Sebanyak 727 pasien telah pulih dan terdapat 275 kasus yang diduga masih dalam penyelidikan. Sebanyak 17.000 kontak dari kasus-kasus yang terinfeksi sedang dipantau, dengan lebih dari 80 persen diantaranya menerima pemeriksaan harian.
Meskipun kasus telah dilaporkan dari lima provinsi, hampir 90 persen berada di Provinsi Ituri di timur laut, dengan hampir semua sisanya berada di Provinsi Kivu Utara yang bersebelahan.
Jasarevic mengatakan respons yang dibutuhkan harus fokus pada di mana virus menyebar saat ini, dan ke mana virus itu mungkin akan menyebar selanjutnya.
Ebola, penyakit demam berdarah virus, menyebar melalui kontak dekat dan cairan tubuh yang terinfeksi.
Wabah Ebola ke-17 di DRC dinyatakan pada 15 Mei setelah beberapa kematian di Ituri.
Wabah ini disebabkan oleh spesies Ebola Bundibugyo yang hingga kini belum ada pengobatan dan vaksin yang terbukti aman dan efektif untuk pasien atau pilihan profilaksis untuk mencegah orang yang terpapar virus tersebut jatuh sakit. Namun, berbagai uji coba sedang dilakukan terhadap terapi potensial, vaksin, dan obat antivirus pasca paparan.
Uji Coba Vaksin
Vasee Moorthy, yang memimpin bagian rancangan penelitian dan pengembangan WHO, mengatakan bahwa indikasi awal terapi potensial ini sangat menjanjikan.
Moorthy mengatakan data baru muncul mengenai apakah vaksin Ervebo, yang efektif melawan spesies Ebola Zaire, juga memberikan perlindungan silang terhadap Bundibugyo pada hewan.
Kelompok penasihat vaksin WHO meninjau data tersebut pada 31 Juli lalu dan akan mengeluarkan rekomendasi pada akhir pekan ini.
Dua kandidat vaksin terdepan adalah satu yang menggunakan platform ChAdOx1, yang sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan Serum Institute of India, dan yang lainnya sedang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS Moderna menggunakan teknologi mRNA.
âVaksin ChAdOx1 memulai uji klinis Fase I di Inggris pada 24 Juli, sementara kandidat vaksin Moderna dijadwalkan memulai uji klinis Fase I di Kanada pada pekan ini,â kata Moorthy.
Vaksin tersebut sedang diuji pada musang dan monyet, sementara pada saat yang sama para sukarelawan di Oxford dan Kanada diberi dosis berbeda dari vaksin potensial tersebut untuk menilai respons imun serta keamanannya.
Bergantung pada hasilnya, para pengembang akan memilih tingkat dosis terbaik untuk dilanjutkan ke uji klinis Fase III skala penuh pada manusia.
Dua pengobatan potensial sedang diuji pada pasien Ebola yang terkonfirmasi di Ituri dengan antibodi monoklonal MBP134 dan obat antivirus remdesivir, baik secara terpisah maupun kombinasi. Sementara itu, uji coba juga sedang berlangsung terhadap obat antivirus obeldesivir, untuk orang-orang yang terpapar kasus Bundibugyo yang telah dikonfirmasi.
âUji klinis di Ituri sendiri telah melibatkan lebih dari 25 kontak berisiko tinggi untuk mengevaluasi apakah obat oral ini, yang diberikan selama 10 hari, dapat mencegah timbulnya penyakit,â ucap Moorthy. AFP/I-1
Berita Terkait:
-
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning
-
Terlambat Menaikkan Suku Bunga Membuat Biaya Penyesuaian Ekonomi Semakin Mahal
-
Mommy n Me 2026 Resmi Dibuka di JICC Senayan, Hadirkan Lebih dari 400 Brand Ibu dan Anak
-
Agenda Talkshow Mommy n Me 2026: Wadah Orang Tua Muda Belajar Langsung dari Pakar
-
Benarkah MSG Berbahaya? Kampanye Edukasi Sajikan Temuan Ilmiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.