Ini yang Dilakukan UT untuk Bisa Menjadi Universitas Tingkat Dunia
Kamis, 06 Agu 2026, 02:55 WIBJAKARTA - Universitas Terbuka (UT) menyatakan siap menuju World Class University melalui pengukuhan enam orang guru besar atau profesor baru di berbagai bidang keilmuan.
"Pengukuhan enam orang guru besar ini melengkapi 39 guru besar yang ada dan esok akan mengukuhkan kembali enam lagi, sehingga totalnya 45. Ini menjadi peneguhan dan pembuktian bahwa UT memang siap untuk melesat menuju pentas dunia," kata Rektor UT Prof Ali Muktiyanto usai kegiatan Pengukuhan Profesor UT 2026 di Kampus UT Tangerang Selatan, Rabu.
Rektor UT menilai keberadaan para profesor baru ini meneguhkan pihak kampus agar semakin percaya diri dalam membangun kolaborasi global.
Meskipun UT tetap mempertahankan konsep resource sharing atau berbagi sumber daya dengan berbagai perguruan tinggi digital terkemuka di dunia, lanjut dia, kehadiran 45 guru besar ini menjadi ujung tombak untuk mendorong UT menjadi perguruan tinggi negeri yang ikut masuk ke dalam jajaran world university ranking.
Ali memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan program Kelompok Riset Profesor dan menetapkan strategi nasional untuk memacu produktivitas riset.
"Kita berharap bisa dihasilkan paling tidak 450 artikel publikasi ilmiah bereputasi internasional dan ini akan mendongkrak UT. Dan UT sudah tidak bisa lagi dipandang sebagai perguruan tinggi di kelas dua yang hanya berfokus kepada education university, tapi kita siap untuk menuju perguruan tinggi yang berbasis riset dan berdampak bagi masyarakat," ujar Ali menegaskan.
Sejalan dengan visi Rektor, Ketua Dewan Senat UT Prof Chanif Nurcholis, mengingatkan bahwa gelar profesor bukan sekadar puncak pangkat administratif seorang dosen, melainkan wujud kepercayaan negara kepada akademisi sebagai produsen ilmu pengetahuan.
"Profesor itu adalah satu kepercayaan oleh pemerintah, oleh rakyat, bangsa kita itu mereka diberi satu kepercayaan untuk memproduksi ilmu pengetahuan yang penting," ujarnya.
Oleh karena itu, Chanif menekankan bahwa seorang profesor dituntut memegang teguh etika akademik yang tinggi.
Ia juga menyoroti pentingnya tahapan diseminasi ilmu pengetahuan. Karya yang dihasilkan profesor harus dituangkan terlebih dahulu dalam bentuk jurnal, buku referensi, monograf, hingga hak paten, sebelum akhirnya diimplementasikan ke tengah masyarakat.
"Diharapkan setelah memproduksi ilmu pengetahuan berdampak kepada masyarakat. Dengan adanya profesor itu yang pertama nanti jelas produksi ilmu pengetahuan di UT tentu bertambah. Nah yang kedua nanti juga berdampak nyata kepada masyarakat," tutur Chanif Nurcholis.
Diketahui, enam profesor yang dikukuhkan pada hari pertama ini meliputi Prof Rahmat Budiman dengan kepakaran di bidang penulisan Bahasa Inggris; Prof Juhana dengan kepakaran di bidang humanisasi instruksi Bahasa Inggris; dan Prof Yumiati dengan kepakaran di bidang pengembangan pembelajaran aljabar berbasis etnomatematika.
Selanjutnya Prof Siti Aisyah dengan kepakaran di bidang pendidikan anak usia dini berbasis model BERLIAN; Prof. Made Yudhi Setiani dengan kepakaran di bidang pendidikan politik jarak jauh; serta Prof Milwan dengan kepakaran di bidang kebijakan layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh berbasis kewilayahan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Proliga 2026 : LavAni Sukses Menangkan Laga Melawan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi
-
Jangan Khawatir! BPJS Kesehatan Jamin Tak Ada Pembatasan Hari Rawat Inap
-
Dandim 1714/PJ Dukung Peresmian Gedung Lumbung Pangan di Kabupaten Puncak Jaya
-
Urai Antrean Kendaraaan, ASDP Lakukan Penyesuaian Pola Layanan di Lintasan Ketapang-Gilimanuk
-
Kalah dari Everton, Aston Villa Gagal Geser City
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.