Antisipasi Krisis, Pemkot Ambon Bekali Pelaku UMKM Siapkan Ketahanan Bisnis

Kamis, 06 Agu 2026, 03:02 WIB

AMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, membekali pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan pengetahuan mengenai pentingnya kesiapan finansial dan ketahanan bisnis dalam menghadapi risiko penyakit kritis melalui kegiatan Health dan Financial Talk yang digelar di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon.

“Kondisi kesehatan seseorang dapat memberikan dampak yang luas terhadap keluarga, pekerjaan, dan aktivitas usaha. Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk semakin memahami pentingnya pencegahan, pemeriksaan berkala, dan deteksi dini sebelum kondisi kesehatan berkembang menjadi lebih serius,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Rabu.

Ket. Foto: Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena saat memberikan arahan dalam kegiatan health dan financial talk, di Ambon, Rabu. — Sumber: Antara foto

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kesehatan dan Ketahanan Bisnis Kota Ambon 2026 itu diselenggarakan Manulife Indonesia bekerja sama dengan RSU Siloam Ambon. Mengusung tema “Ketika Penyakit Kritis Menyerang: Siapkah Keluarga dan Bisnis Anda Secara Finansial?”, kegiatan diikuti pelaku UMKM, pemilik usaha, profesional, organisasi bisnis dan profesi, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah.

Wali Kota mengatakan pembangunan kota yang berkelanjutan membutuhkan masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki kesiapan menghadapi berbagai risiko, termasuk risiko kesehatan yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi keluarga maupun keberlangsungan usaha.

Menurutnya, peningkatan literasi kesehatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari institusi pelayanan kesehatan, dunia usaha, organisasi profesi, hingga komunitas masyarakat.

“Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi kolaborasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun masyarakat Ambon yang lebih sehat, produktif, dan tangguh,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai faktor risiko, gejala, pencegahan, penanganan, hingga pemulihan penyakit jantung dan kanker. Materi juga membahas dampak penyakit kritis terhadap kemampuan seseorang dalam bekerja maupun menjalankan usaha, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

Pemkot Ambon bersama Manulife Indonesia melalui Phoenixtar dan RSU Siloam Ambon berharap program tersebut dapat menjadi platform edukasi berkelanjutan mengenai kesehatan dan perencanaan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Ambon dan Maluku.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan itu antara lain dokter spesialis jantung dr. Imam Haryana, dokter ahli onkologi dr. Frenando Ronaldo, Direktur RSU Siloam Ambon dr. Paulus Hadiwijaya, serta Erwin Simanjutak dari Manulife Indonesia Agency.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.