Wujudkan Kemandirian, Pemkot Palu Perkuat Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas
Kamis, 06 Agu 2026, 02:34 WIBPALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memperkuat hak-hak dasar sekaligus kemandirian inklusivitas bagi penyandang disabilitas di ibu kota Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui kolaborasi lintas sektor.
"Pemkot Palu memprioritaskan penyandang disabilitas dalam arah kebijakan pembangunan yang dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu.
Ia mengemukakan Pemkot Palu menempatkan perspektif inklusi sebagai bagian penting dari keadilan sosial dan pemenuhan hak asasi manusia (HAM).
"Kolaborasi lewat program Building Effective Network (BEN), yang di inisiasi NLR Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Komisi Nasional Disabilitas (KDN) perlu dihadirkan di Kota Palu guna menciptakan inklusi dalam perlindungan dan pemenuhan hak disabilitas," katanya.
Sebagaimana fokus perhatian program BEN mencakup anak dan remaja penyandang disabilitas, supaya dapat memperoleh dukungan maupun kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial.
"Salah satu wujud pembangunan inklusi kami lakukan yakni melibatkan penyandang disabilitas secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan," ujarnya.
Hal itu termasuk perluasan penyediaan fasilitas publik maupun infrastruktur yang ramah dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.
Menurut dia, pihaknya bersama Yayasan NLR Indonesia, Kemenko PMK, dan KDN telah melakukan pertemuan pada Selasa (4/8) di Palu membahas perluasan kerja sama pemenuhan hak dasar disabilitas.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini, karena ada kesamaan arah sekaligus menjadi peluang kerja sama yang lebih konkret antara Pemkot Palu dan berbagai organisasi yang bergerak di bidang pemenuhan hak penyandang disabilitas," ucap Hadianto.
Ia menambahkan, pelayanan dan pembangunan diterapkan pihaknya yang memberikan kesempatan sama bagi seluruh masyarakat, termasuk anak dan remaja penyandang disabilitas, sehingga Palu dapat tumbuh sebagai kota yang semakin inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi semua.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Tol Adalah Jalan Berbayar, Pemberlakuan Ganjil Genap di Gerbang Dipertanyakan
-
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Bakal Bangun Pasar Induk Modern
-
Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Poltek Unhan NTT Punya Visi dan Disiplin untuk Bekal Masa Depan
-
Sermo Run Disiapkan Jadi Magnet Sport Tourism Kulon Progo
-
Kementan: Mesin Pertanian Mulai Beralih ke Energi Terbarukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.