- Home
-
- Luar Negeri
-
- Paus Kutuk Pelanggaran Keb...
Paus Kutuk Pelanggaran Kebebasan Pers dan Kenang Jurnalis yang Gugur
Selasa, 05 Mei 2026, 01:05 WIBVATIKAN CITY - Paus Leo ke-IV pada hari Minggu (4/5) memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia. Dalam peringatan itu, Leo mengutuk pelanggaran terhadap kebebasan pers yang terus-menerus terjadi di seluruh dunia. Paus pun memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang gugur saat meliput dari zona konflik.
Berbicara di Lapangan Santo Petrus yang bermandikan sinar matahari, Paus pada akhir doa mingguan mengatakan bahwa peringatan itu menyoroti pentingnya jurnalisme independen dan ancaman yang semakin meningkat yang dihadapi oleh para wartawan.
âHari ini kita merayakan Hari Kebebasan Pers Sedunia, sayangnya, hak ini sering dilanggar, terkadang dengan cara yang terang-terangan, terkadang dengan cara yang lebih tersembunyi,â kata Pemimpin Tahta Suci itu.
Paus mendesak umat beriman untuk mengingat para jurnalis dan reporter yang telah kehilangan nyawa mereka dalam mengejar kebenaran, khususnya di daerah-daerah yang dilanda konflik.
âKita mengenang banyak jurnalis dan reporter yang telah menjadi korban perang dan kekerasan,â kata Paus.
Hari Kebebasan Pers Sedunia, yang disponsori oleh badan kebudayaan PBB UNESCO, diperingati setiap tanggal 3 Mei. Peringatan itu sebagai bentuk dukungan bagi organisasi media yang berada di bawah tekanan atau sensor, serta sebagai kesempatan untuk mengenang para jurnalis yang gugur dalam menjalankan tugas.
Dalam pidato-pidato sebelumnya, pemimpin Gereja Katolik telah menggambarkan jurnalisme sebagai pilar masyarakat dan demokrasi, di mana informasi menjadi barang publik yang harus dijaga dan dilindungi dari manipulasi.
Ia sering berterima kasih kepada para wartawan karena telah menyampaikan kebenaran. Leo mengatakan bahwa melakukan pekerjaan mereka tidak pernah dapat dianggap sebagai kejahatan, dan sering menyerukan pembebasan para jurnalis yang telah ditahan atau dituntut secara tidak adil.
Tindakan Nyata
Sementara itu, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebutkan bahwa Jalur Gaza merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis.
Lewat sebuah unggahan di X yang menandai Hari Kebebasan Pers Dunia, badan PBB itu mendesak komunitas internasional untuk melakukan tindakan nyata dan bukan hanya sekadar menyampaikan kecaman dan solidaritas.
Pihaknya menekankan pentingnya akuntabilitas, perlindungan bagi jurnalis serta memastikan akses independen bagi media Internasional.
Sementara itu, Kepala HAM PBB Volker Türk mengatakan perang yang hingga kini masih berlangsung di Gaza telah menjadi jebakan maut bagi media.
- Paus Leo XIV
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Final Four Proliga 2026: JPE Juara Putaran Pertama, Usai Kalahkan Gresik Phonska Plus
-
Perenang Russia dan Belarusia Kembali Diizinkan Tampil dengan Bendera Nasional
-
SUV Berbentuk Misterius Muncul dalam Iring-iringan Pengawalan Trump di Beijing
-
Paus Leo XIV Kecam “Delusi Omnipoten" yang Memicu Perang di Iran
-
Ritel New Zealand Terpukul Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Paus Leo XIV Berikan Komentar Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2026
-
Hajar Chelsea, Manchester City Raih Juara Piala FA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.