Perenang Russia dan Belarusia Kembali Diizinkan Tampil dengan Bendera Nasional
Rabu, 15 Apr 2026, 00:30 WIBLAUSANNE â World Aquatics resmi mencabut larangan terhadap atlet Russia dan Belarusia untuk tampil di ajang internasional. Keputusan tersebut diumumkan pada hari Selasa (14/4) waktu setempat, sekaligus membuka jalan bagi mereka untuk kembali berlaga dengan membawa bendera dan simbol nasional masing-masing.
Sebelumnya, atlet dari kedua negara tersebut dilarang tampil di kompetisi internasional menyusul Invasi Russia ke Ukraina 2022. Namun sejak September 2023, mereka telah diizinkan berpartisipasi dengan status atlet netral tanpa atribut kebangsaan.
Dalam pernyataan resminya, World Aquatics menyebut keputusan ini diambil setelah konsultasi dengan unit integritas akuatik (AQIU) dan komite atlet. Dengan demikian, regulasi terkait partisipasi atlet dalam situasi konflik politik tidak lagi berlaku bagi atlet senior Russia dan Belarusia.
âPara atlet senior dengan kewarganegaraan olahraga Rusia dan Belarus kini diizinkan berkompetisi dalam ajang World Aquatics seperti atlet dari negara lain, termasuk penggunaan seragam, bendera, dan lagu kebangsaan,â demikian bunyi pernyataan tersebut.
Meski demikian, terdapat syarat ketat yang harus dipenuhi. Atlet Russia dan Belarusia hanya dapat tampil setelah lolos setidaknya empat kali pemeriksaan anti-doping berturut-turut.
Presiden World Aquatics, Husain Al-Musallam, menegaskan bahwa pihaknya berupaya menjaga olahraga tetap terpisah dari konflik politik. âSelama tiga tahun terakhir, World Aquatics dan AQIU berhasil memastikan bahwa konflik tidak merembet ke arena kompetisi,â ujarnya. âKami berkomitmen menjaga kolam renang dan perairan terbuka sebagai ruang kompetisi damai bagi seluruh atlet dunia.â
Langkah ini mengikuti kebijakan Komite Paralimpiade Internasional yang sebelumnya mengizinkan atlet Rusia dan Belarus tampil dengan bendera nasional pada Paralimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina.
Menteri Olahraga Russia, Mikhail Degtyarev, menyambut positif keputusan tersebut. Ia menyebut kebijakan ini merupakan hasil dialog yang berlangsung dalam pertemuannya dengan Al-Musallam di Dewan Olimpiade Asia di Tashkent, Januari lalu.
âKami membahas hak atlet Russia. Saya berterima kasih atas sikap tegas Tuan Al-Musallam,â tulis Degtyarev melalui Telegram. Ia menambahkan bahwa dialog olahraga internasional mulai membuahkan hasil dan membantu pemulihan hubungan olahraga secara bertahap.
Degtyarev juga menyinggung penolakan Ukraina untuk menghadapi Russia dalam laga polo air Piala Dunia di Malta. Menurutnya, keputusan tersebut justru merugikan Ukraina setelah mereka dinyatakan kalah teknis pada hari Senin.
Sementara itu, kejuaraan dunia renang berikutnya dijadwalkan berlangsung di Budapest pada 2027, yang berpotensi menjadi panggung kembalinya atlet Rusia dan Belarus secara penuh di level global.
- Belarusia
- invasi Rusia
- Atlet Rusia
- Russia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
JK Nilai Misi Damai Prabowo Subianto Sulit Terwujud di Tengah Konflik Global
-
BMKG Prakirakan Cuaca di Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Minggu
-
Koperasi Merah Putih Bogor Jadi Percontohan Digitalisasi
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Buang Sampah Sembarangan di Kabupaten Merangin Bisa Didenda Rp10 Juta, Bupati Siapkan Satgas dan Sayembara Warga
-
Imigrasi Siaga Dampak Penutupan Ruang Udara di Kawasan Timur Tengah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.