AS Kembali Blokade Selat Hormuz dan Kenakan Biaya Keamanan 20%

Rabu, 15 Jul 2026, 01:05 WIB

HAMILTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Senin (13/7) mengatakan telah memberlakukan kembali kebijakan yang disebutnya “blokade Iran”, serta mengusulkan pengenaan biaya sebesar 20 persen atas kargo yang melewati Selat Hormuz sebagai imbalan atas perlindungan AS di jalur air strategis tersebut.

“Selat Hormuz TERBUKA, dan akan tetap TERBUKA, dengan atau tanpa Iran,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: SAUL LOEB/AFP

“Kami memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, yang dinamakan demikian karena hanya menghentikan kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar. Semua negara lain akan memiliki penggunaan Selat yang adil dan terbuka,” tulisnya.

Trump mengatakan AS akan memberikan jaminan keamanan di jalur perairan tersebut dan memungut biaya kepada operator kargo.

“Mulai sekarang, AS akan dikenal sebagai 'PENJAGA SELAT HORMUZ,' akan tetapi, dan demi KEADILAN, akan mendapatkan penggantian biaya sebesar 20 persen dari semua kargo yang dikirim, untuk semua biaya yang diperlukan dalam menjalankan tugas menyediakan keselamatan dan keamanan di wilayah yang sangat rawan konflik ini,” kata Trump, menambahkan implementasi akan segera dimulai.

Tak lama setelah pengumuman Trump, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan di akun X bahwa pasukannya akan melanjutkan blokade lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran pada Selasa mulai pukul 4 sore waktu setempat.

CENTCOM menjelaskan bahwa pasukan AS akan memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang transit ke atau dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran sambil terus mendukung arus lalu lintas melalui perairan regional untuk kapal-kapal yang tidak melanggar blokade.

“Pengaktifan kembali blokade AS terhadap Iran menyusul implementasi awal dari 13 April hingga 18 Juni,” sebut pernyataan itu.

Pernyataan itu menambahkan bahwa pasukan AS mengalihkan lebih dari 140 kapal yang patuh, menonaktifkan sembilan kapal yang tidak patuh, dan mengizinkan lebih dari 50 kapal komersial yang membawa bantuan kemanusiaan untuk melewati wilayah tersebut.

Blokade tersebut sempat dicabut setelah Pakistan memediasi melalui nota kesepahaman (MoU) AS-Iran pada Juni 2026, yang akan diikuti oleh kesepakatan akhir setelah setidaknya 60 hari negosiasi, termasuk tentang program nuklir Teheran.

CENTCOM juga mengimbau para pelaut yang beroperasi di Teluk Oman dan jalur menuju Selat Hormuz untuk memantau pemberitahuan navigasi dan menghubungi pasukan Angkatan Laut AS melalui saluran komunikasi antarakapal di kanal 16 VHF.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Senin (13/7), mengatakan bahwa Teheran akan tetap menjadi penjaga Selat Hormuz, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan biaya pada pelayaran di jalur air strategis tersebut.

  • selat hormuz

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.