Vida Luncurkan Edukasi Digital untuk Lawan Phishing, OTP Fraud, dan Deepfake
Minggu, 03 Mei 2026, 17:43 WIBJAKARTA â Ruang digital kini telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian masyarakat. Seiring dengan meningkatnya aktivitas pada ekosistem digital, peluang terjerat penipuan digital (scam) pun semakin besar. Vida sebagai digital identity network dan fraud prevention terdepan di Indonesia, memastikan setiap perjalanan digital masyarakat tetap seamless dan aman, terlindungi dari risiko scam.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat telah menerima 515.345 laporan kasus penipuan sejak 22 November 2024 hingga 31 Maret 2026. Angka ini menjadi pengingat bahwa ruang digital membutuhkan tingkat kewaspadaan yang semakin tinggi.
Tanpa disadari, potensi scam dapat muncul di berbagai titik aktivitas. Di tengah waktu santai, misalnya, pengguna dapat menerima pesan berisi tautan yang menawarkan hadiah menarik dari nomor yang menyerupai bank.
Meski terlihat menggiurkan, hal tersebut bisa menjadi upaya phishing untuk mengambil data pribadi, terlebih temuan VIDA menunjukkan bahwa 9 dari 10 kasus scam melibatkan OTP yang dicuri. Risiko serupa juga dapat muncul saat menunggu paket datang, ketika file APK berbahaya disamarkan sebagai pembaruan status pengiriman dan berpotensi menginfeksi perangkat jika terlanjur diunduh.
Di saat yang sama, modus penipuan pun terus berkembang seiring pemanfaatan teknologi baru. VIDA juga mencatat bahwa upaya penipuan berbasis deepfake di Asia Tenggara melonjak 156% sepanjang 2025.
Begitu pula saat mengurus dokumen penting, risiko penyalahgunaan dapat muncul jika proses tanda tangan digital tidak dilakukan melalui jalur resmi yang tersertifikasi. Karena itu, perlindungan identitas digital menjadi semakin penting untuk membantu menjaga setiap interaksi digital tetap aman.
Niki Luhur, Founder & Group CEO Vida, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sejatinya sudah memiliki tingkat kesadaran dasar yang cukup baik terhadap bahaya penipuan digital. Namun, kewaspadaan tersebut kerap menurun ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang terlihat menguntungkan, mendesak, atau terasa meyakinkan.
âDi banyak situasi, orang sebenarnya sudah tahu bahwa penipuan digital itu nyata. Namun, ketika modus yang muncul terasa relevan, menarik, atau seolah menguntungkan, kewaspadaan bisa turun dalam hitungan detik. Karena itu, membangun kebiasaan untuk berhenti sejenak, memeriksa ulang, dan tidak langsung percaya menjadi semakin penting di tengah berkembangnya modus penipuan yang semakin canggih,â ujar Niki melalui siaran pers pada hari Kamis (29/4).
Untuk mendekatkan pemahaman tersebut, Vida menghadirkan âThe World of VIDAâ, sebuah video yang dikemas secara informatif dan mudah dipahami untuk menunjukkan bagaimana perlindungan identitas digital bekerja di balik berbagai aktivitas sehari-hari. Melalui pendekatan yang erat dengan keseharian, video ini dihadirkan agar publik dapat melihat bahwa perlindungan digital bukan sesuatu yang jauh atau rumit, melainkan relevan dengan aktivitas yang mereka lakukan setiap hari.
âMelalui The World of Vida, kami ingin mengangkat isu ini lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Harapannya, publik tidak melihat perlindungan digital sebagai sesuatu yang jauh atau rumit, melainkan sebagai hal yang relevan dengan aktivitas yang mereka lakukan setiap hari,â lanjut Niki.
Untuk membantu masyarakat melihat bagaimana perlindungan identitas digital bekerja di balik aktivitas sehari-hari, Vida mengajak publik menyaksikan âThe World of Vidaâ melalui kanal YouTube resmi Vida. Sejalan dengan itu, masyarakatjuga dapat menyaksikan âJangan Asal Klikâ sebagai pengingat untuk membiasakan diri berhenti sejenak, memeriksa ulang, dan tidak langsung mengeklik sesuatu jika dirasa mencurigakan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Vida juga bersiap menghadirkan kampanye âBeyond Livenessâsebagai langkah lanjutan untuk menegaskan pentingnya perlindungan identitas digital yang melampaui verifikasi biometrik semata.
Melalui kampanye tersebut, Vida akan memperkenalkan solusi keamanan terbarunya yang dirancang untuk membantu menghadirkan perlindungan berlapis terhadap risiko fraud, dengan memadukan liveness detection dengan analisis perangkat secara real-time, pola perilaku pengguna, serta evaluasi risiko penipuan dalam satu integrasi.
- Online Scam
- Deepfake
- Penipuan Online
- Vida
- Phishing
- keamanan digital
- cyber security Indonesia
- perlindungan identitas digital
- OTP fraud
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Lapangan Padel Hits di Ancol dan Penjaringan Resmi Disegel
-
Warga Bandung Susah Akses Kesehatan Karena Puskesmas Libur Lebaran
-
Kuba Berisiko Jatuh ke Jurang Krisis Kemanusiaan yang Parah
-
MediaTek Gandeng Starlink Hadirkan Layanan Satelit Darurat pada Perangkat Seluler
-
Percuma Bangun Giant Sea Wall Kalau Air Tanah Masih Disedot
-
Pemkot Batam Terapkan Pola 3-3-3 untuk THM, Apa Sih Maksudnya?
-
BTS Rilis 14 Judul Lagu di Album "Arirang"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.