Tinjau Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Mensos Targetkan 18 Titik di Jatim Beroperasi pada Awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027
📅 Minggu, 03 Mei 2026, 15:36 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
SURABAYA - Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf meninjau proyek pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di kawasan Kedung Cowek Surabaya, Minggu (3/5). Bangunan sekolah seluas sekitar 8 hektar ini dijadwalkan beroperasi pada tahun ajaran baru mulai Juli 2026/2027 mendatang.
Syaifullah Yusuf mengungkapkan, Sekolah Rakyat Kedung Cowek merupakan satu dari sekitar 97 titik proyek yang tengah dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan, 67 di antaranya Insya Allah selesai tepat waktu. Sedangkan sisanya mungkin belum semuanya, tapi bisa digunakan secara fungsional," kata menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini.
Dia menambahkan, pada Juli 2026 nanti gedung permanen sekolahan di 97 titik lebih sudah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar. Dari angka tersebut, ada 18 titik Sekolah Rakyat di Jawa Timur dan merupakan jumlah terbanyak.
Gus Ipul menambahkan, secara kapasitas, gedung Sekolah Rakyat permanen bisa menampung 1.000 siswa mulai sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Sejumlah fasilitas mulai perpustakaan, asrama, laboratorium, UKS, dan fasilitas ektra kurikuler turut disediakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara normatif, gedung Sekolah Rakyat permanen dengan fasilitas lengkap membutuhkan luasan lahan 7-8 hektar.
Gedung Sekolah Rakyat Kedung Cowek sendiri dibangun secara permanen dan dilengkapi berbagai macam fasilitas, mulai gedung sekolahan, asrama, hingga lapangan sepak bola.
Gus Ipul mengungkapkan tantangan ketersediaan luasan lahan ini kerap dijumpai di berbagai daerah mulai pedesaan hingga perkotaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tapi di kota memang tantangannya lain, Alhamdulillah di Surabaya ini ada dua lahan yang berhimpitan atau berjejer sehingga bisa dibangun dengan cepat. Ini juga satu contoh bagi kota-kota lain mungkin yang memang ada keterbatasan lahan bisa kita diskusikan khususnya dengan Kementerian PUPR," jelasnya.
"Karena, yang menentukan layak atau tidaknya untuk dibangun itu adalah Kementerian PUPR. Sementara, Kemensos sebagai penanggungjawab operasional membantu daerah untuk memenuhi persyaratannya," sambung Gus Ipul.
Pada kesempatan ini, Gus Ipul juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi karena telah menyediakan lahan dan membantu persyaratan administrasi.
Gus Ipul memaparkan, hingga hari ini proyek pembangunan Sekolah Rakyat menyerap lebih dari 60 ribu pekerja di seluruh Indonesia.
Pemerintah berharap Sekolah Rakyat nanti benar-benar bisa menjadi tempat belajar mengajar dengan lingkungan yang berkualitas untuk mencetak agen perubahan terutama mendidik anak dari kalangan keluarga rentan.
Ia menghitung apabila ada 500 gedung, maka kapasitasnya sudah lebih dari 500 ribu siswa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!