Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saham BBRI Turun 17% YTD, Bos BRI Minta Investor Tetap Tenang

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 09:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saham BBRI Turun 17% YTD, Bos BRI Minta Investor Tetap Tenang Doc: BRI
Ket. Salah satu Kantor Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

JAKARTA - Pergerakan saham BBRI sepanjang tahun 2026 sedang menjadi sorotan. Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dilansir dari fakta.co, tercatat mengalami penurunan sekitar 16–17% secara year to date (ytd), sebuah kondisi yang cukup membuat investor ritel mulai waspada.

Namun di balik tekanan tersebut, manajemen BRI justru melihat situasi ini dari sudut pandang berbeda. Penurunan bisnis ini, dinilai lebih sebagai dinamika pasar jangka pendek, bukan cerminan dari kinerja fundamental perusahaan.

Artinya, meskipun grafik terlihat melemah, kondisi bisnis inti BRI disebut masih tetap solid. Hal ini menjadi sinyal penting bagi investor, terutama yang berorientasi jangka panjang.

Penurunan Saham BBRI Bukan Karena Fundamental

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa fluktuasi harga saham di pasar modal sangat dipengaruhi oleh perilaku investor.

Menurutnya, ada perbedaan signifikan antara investor jangka pendek dan jangka panjang dalam menyikapi pergerakan harga saham.

Perbedaan Cara Pandang Investor

Investor jangka pendek cenderung sensitif terhadap pergerakan harian. Sementara itu, investor jangka panjang lebih fokus pada fundamental perusahaan.

Hery menjelaskan bahwa bagi investor dengan horizon 5 hingga 20 tahun, fluktuasi harga harian seharusnya tidak menjadi fokus utama.

“Kalau investasi itu harus sesuai tujuan. Kalau mau trading harian itu beda, tapi kalau jangka panjang, napasnya juga harus panjang,” ujarnya dalam konferensi pers.

Dividen Jadi Daya Tarik Utama Saham BBRI

Salah satu faktor yang membuat saham BBRI tetap menarik adalah konsistensi pembagian dividen.

Dividend Yield Kompetitif

BRI membagikan dividen dengan rasio yang cukup tinggi, yakni sekitar 92% dari laba bersih tahun buku 2025. Total nilai dividen mencapai Rp52,1 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.