MBG Bikin Petani Untung, Produksi Terserap Dapur Gizi SPPG
📅 Minggu, 03 Mei 2026, 18:45 WIB | Oleh: Yebdi TrismarProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto berhasil mendongkrak pendapatan ekonomi petani, karena produksinya ditampung oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu.
"Semua SPPG itu menampung produksi ekonomi lokal, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani," kata Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak Asep Royani di Lebak, Minggu.
Program MBG yang beroperasi di Kabupaten Lebak hingga awal Mei 2026 tercatat sebanyak 194 SPPG dan mereka menampung produk lokal untuk membantu pendapatan ekonomi petani.
Produk lokal itu di antaranya sektor pertanian pangan beras, aneka sayuran, buah-buahan, dan sektor peternakan unggas, telur serta sektor perikanan budidaya ikan tawar, seperti ikan gurame , emas, lele dan nila.
"Semua produk lokal itu ditampung SPPG untuk memberikan makanan yang berkualitas dan bermutu terhadap penerimaan manfaat program MBG," katanya menjelaskan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, selama ini, persediaan kebutuhan bahan pokok mulai beras, sayuran, ikan, daging unggas, telur dipasok ke 194 SPPG di Kabupaten Lebak terpenuhi.
Namun, saat ini hanya kekurangan buah-buahan, sehingga SPPG terpaksa mendatangkan dari Pasar Rau Kota Serang.
Diperkirakan untuk membeli bahan pokok yang dipasok dari produk lokal untuk program MBG bisa menggulirkan perputaran uang Rp 25 juta/hari/SPPG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bayangkan, jika belanja kebutuhan bahan pokok dari produk lokal rata-rata Rp 25 juta per hari maka dikalkulasikan sebanyak 194 SPPG maka perputaran uang Rp4,85 miliar per hari.
"Saya kira perguliran ekonomi untuk kebutuhan program MBG itu cukup membantu kesejahteraan keluarga petani," katanya menjelaskan.
Ketua Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan sejak program MBG digulirkan maka banyak petani di sini mengembangkan aneka tanaman sayuran, seperti kacang panjang, kangkung, paria, oyong, ketimun, dan beras.
"Kita hasil panen tanaman itu ditampung oleh pengelola SPPG untuk program MBG," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana mengatakan pihaknya menjamin untuk ketersediaan ikan tawar terpenuhi untuk permintaan SPPG.
"Kita memproduksi ikan tawar mencapai 4.089,15 ton per tahun dan jenis ikan terdiri dari ikan lele, nila, emas, gurame, patin, udang vaname dan bawal dengan menggulirkan perputaran uang Rp141 miliar," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!