Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cianjur Siaga Darurat Diperpanjang hingga 2026 Antisipasi Banjir dan Longsor

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cianjur Siaga Darurat Diperpanjang hingga 2026 Antisipasi Banjir dan Longsor Doc: Antara
Ket. Bupati Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Mohammad Wahyu Ferdian.

Cianjur - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memperpanjang status siaga darurat bencana hingga 2026 dengan menyesuaikan prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi bencana, dengan pemerintah daerah telah memetakan sejumlah wilayah rawan seperti banjir, longsor, dan bencana lainnya.

“Status siaga darurat bencana diperpanjang dan Pemkab Cianjur sudah menyiapkan anggaran dana kebencanaan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan kemungkinan peralihan musim yang berpotensi kemarau panjang,” katanya di Cianjur, Minggu (3/5).

Ia menjelaskan, sebelumnya status siaga darurat bencana berakhir pada 30 April. Namun, melihat kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung serta adanya sejumlah kejadian bencana di beberapa kecamatan, status tersebut diperpanjang.

Bencana terbaru terjadi di Kecamatan Mande dan Cipanas. Di Desa Jamali, Kecamatan Mande, banjir bandang merendam puluhan rumah, dengan 15 rumah mengalami kerusakan berat. Sementara di Desa Batulawang, Kecamatan Pacet, sekitar 30 rumah juga terendam banjir.

Sementara itu, BPBD Cianjur mengajukan perpanjangan status siaga darurat hingga Desember 2026 karena wilayah tersebut tengah memasuki masa peralihan musim dari hujan ke kemarau.

Pada masa peralihan tersebut, diperkirakan terjadi kemarau lebih cepat dan lebih panjang sehingga perlu diwaspadai, terutama di wilayah rawan kekeringan.

“Musim kemarau basah sudah mulai terjadi, di mana siang hari cerah atau panas, sedangkan sore hingga malam hari terjadi hujan,” kata Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi BMKG, setelah fase kemarau basah, musim kemarau diperkirakan datang lebih cepat pada pertengahan tahun dan berlangsung cukup panjang.

Karena itu, BPBD bersama Pemkab Cianjur telah melakukan berbagai upaya mitigasi, termasuk pemetaan wilayah rawan serta penambahan titik sumur bor dan embung air sebagai sumber air bagi masyarakat di daerah rawan kekeringan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menekraf: Musik Indonesia Kian Mendunia

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: Musik Indonesia K...

Kemenpar Ajak Berwisata Melalui Liburan Cara Baru

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenpar Ajak Berwisata Mel...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.