Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Magang Nasional Disorot: Kepastian Kerja dan Skema Uang Saku Jadi Perhatian Utama

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Magang Nasional Disorot: Kepastian Kerja dan Skema Uang Saku Jadi Perhatian Utama Doc: Antara
Ket. Seorang peserta memperlihatkan kartu pengenal Program Magang Nasional saat masa orientasi hari kedua di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Riau, Selasa (25/11).

Jakarta – Keberlanjutan dan kepastian kerja bagi peserta Program Magang Nasional dinilai perlu mendapat perhatian serius melalui kolaborasi yang lebih erat dengan dunia industri.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menekankan pentingnya penyusunan grand design program magang yang selaras dengan arah kebijakan industri dan pengembangan sektor usaha.

“Grand design dari program magang harus disesuaikan dengan kebijakan industri atau pengembangan bisnis di sektor yang relevan. Itu menjadi sangat penting,” ujar Faisal di Jakarta, Jumat (1/5).

Ia menambahkan, keselarasan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi peserta, tetapi juga membuka peluang kepastian karier setelah program selesai.

“Diperlukan dialog dan koordinasi dengan industri agar program magang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan arah prioritas ke depan,” katanya.

Senada, Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai perusahaan perlu memberikan kejelasan peluang kerja bagi peserta magang, terutama setelah menjalani program minimal enam bulan.

“Kita mendorong adanya kepastian karier peserta magang yang diperjelas. Itu yang paling penting,” ujar Nailul.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 11.949 peserta telah menyelesaikan Program Magang Nasional Tahap I. Saat ini, Kemnaker masih mengumpulkan data terkait jumlah peserta yang direkrut oleh perusahaan mitra.

Data sementara menunjukkan sekitar 20–30 persen peserta telah direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Uang Saku

Di sisi lain, Nailul juga menilai wacana pembagian uang saku antara pemerintah dan perusahaan merupakan langkah yang wajar. Menurutnya, pada tahap awal program, seluruh biaya ditanggung pemerintah, sementara perusahaan turut memperoleh manfaat produktivitas dari peserta magang.

“Sudah sewajarnya ada pembagian porsi uang saku kepada perusahaan yang menikmati kontribusi tenaga kerja tersebut. Output produksi meningkat tanpa biaya tambahan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dari sisi tata kelola, perusahaan seharusnya turut berkontribusi karena telah memperoleh keuntungan dari program tersebut.

Pendapat serupa disampaikan Faisal, yang menilai rencana pembagian kontribusi tersebut perlu dibahas secara matang melalui dialog antara pemerintah dan pelaku industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Megapolitan
Tangsel Otozone Jadi Sarana...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.