Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Sulut: Lonjakan Nilai Tambah Ekonomi Kreatif pada 2025 Capai Rp304,6 Miliar

📅 Kamis, 30 Apr 2026, 03:38 WIB | Oleh:
Gubernur Sulut: Lonjakan Nilai Tambah Ekonomi Kreatif pada 2025 Capai Rp304,6 Miliar Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.

MANADO, SULAWESI UTARA - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengatakan nilai tambah ekonomi kreatif (ekraf) mengalami lonjakan signifikan di tahun 2025 mencapai lebih dari 304,6 miliar rupiah.

"Tahun lalu (2025) ditetapkan target kenaikan nilai tambah ekraf sebesar 20,5 miliar rupiah, kemudian terjadi lonjakan sebesar 304,6 miliar rupiah atau meningkat 1.456 persen," kata Gubernur Yulius di Manado, Rabu (29/4).

Ia mengatakan terjadinya peningkatan nilai tambah tersebut karena mendapatkan bimbingan Kementerian Ekonomi Kreatif.

"Di Kota Bitung banyak ekraf yang muncul setelah mendapatkan pembimbingan," katanya menambahkan.

Tumbuh suburnya ekraf, menurut Yulius, karena kultur daerah yang memang memiliki sumber daya manusia yang senang di bidang tersebut.

Ia menyebutkan, aksi nyata dan kegiatan strategis yang sudah dilakukan adalah mendukung penguatan anggaran untuk ajang skala besar pada acara "Event Warbiasa Governor League 2025" dan Manado High Street Market, serta penetapan Manado sebagai Kota Kreatif Nasional.

"Pemerintah Provinsi Sulut juga berkomitmen menata organisasi dengan membentuk nomenklatur khusus ekraf yang terpisah dari pariwisata," kata Gubernur.

Pemerintah Provinsi Sulut bersama Kanwil Ditjen Kemenkum juga melakukan penguatan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) dan sistem royalti bagi pelaku kreatif lokal.

"Keberhasilan sektor ini terlihat nyata pada pertumbuhan performa sektor pendukung seperti penyediaan akomodasi dan makan-minum yang terus meningkat di seluruh wilayah Sulut," ujar dia.

Yulius menambahkan, sektor ekraf Sulut saat ini berada pada fase transformasi fundamental, beralih dari sektor pendukung pariwisata menjadi motor pertumbuhan ekonomi mandiri yang berbasis pada kekayaan intelektual dan partisipasi generasi muda.

"Kekuatan utama kita bertumpu pada karakter cross-cutting (lintas sektor) yang mengintegrasikan subsektor kuliner, kriya, fashion, seni pertunjukan, musik, dan digital kreatif, dengan aset budaya lokal seperti musik Kolintang serta kuliner khas Bubur Manado dan Cakalang Fufu," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.