Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fundamental Bisnis Sehat, CIMB Niaga Meraih Laba Rp2,3 Triliun pada Q1-2026

📅 Kamis, 30 Apr 2026, 19:40 WIB | Oleh:
Fundamental Bisnis Sehat, CIMB Niaga Meraih Laba Rp2,3 Triliun pada Q1-2026 Doc: istimewa
Ket. Karyawan CIMB Niaga menunjukkan aplikasi OCTO Mobile dari smartphone di Jakarta, baru-baru ini. CIMB Niaga juga terus mewujudkan komitmen untuk memajukan nasabah dan masyarakat melalui inisiatif keberlanjutan dan dampak sosial yang terintegrasi, dengan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp60,2 triliun atau 26% dari total outstanding.

JAKARTA- PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) pada Kamis (30/4) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (Q1-2026) dengan meraih laba sebelum pajak sebesar 2,3 triliun rupiah, dan menghasilkan earnings per share 70,20 rupiah.

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan mengaku bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat.

Pertumbuhan pendapatan yang stabil, kata Lani didukung strategi serta dedikasi seluruh karyawan memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Torehan positif juga didorong pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan murah atau Current Account Savings Account (CASA) yang kuat.

Rasio CASA jelasnya mencapai 73,9 persen, sehingga memperkuat kemampuan bank dengan kode perdagangan saham BNGA itu dalam menjaga margin. Kualitas aset pun tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan/NPL) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (Cost of Credit/CoC) yang tetap terjaga di bawah 1 persen. 

Selain itu, bisnis wealth management CIMB Niaga yang melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata Assets Under Management (AUM) per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan perseroan yang semakin terdiversifikasi.

“Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin,” papar Lani.

Pertumbuhan kredit pun akan dilakukan secara prudent, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah itu selaras dengan strategi Forward30 serta purpose perusahaan yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka.

“Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani.

Lebih lanjut Lani menjelaskan bahwa CIMB Niaga juga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang baik sehingga Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) masing-masing sebesar 25,3 persen dan 89,2 persen.

Dengan demikian, total aset konsolidasian perseroan tercatat sebesar 368,2 triliun rupiah, semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. 

Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), tercatat meningkat menjadi 260,1 triliun rupiah atau tumbuh 2,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 12,2 persen menjadi 192,3 triliun rupiah, sehingga rasio CASA naik menjadi 73,9 persen. Pencapaian itu mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman perbankan digital.

Sementara itu, total kredit/pembiayaan tumbuh 2,2 persen yoy menjadi 235,1 triliun rupiah, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Corporate Banking sebesar 4,8 persen yoy, diikuti segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 1,2 persen yoy, serta Consumer Banking sebesar 0,2 persen yoy. Adapun pertumbuhan kredit/pembiayaan ritel terutama didorong oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat 4,0 persen yoy. 

Pertahankan Posisi

Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar 52,9 triliun rupiah dan DPK sebesar 45,0 triliun rupiah per 31 Maret 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.