Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Pertahanan Mali Tewas dalam Serangan Bom Mobil Bunuh Diri

📅 Senin, 27 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Menteri Pertahanan Mali Tewas dalam Serangan Bom Mobil Bunuh Diri Doc: Istimewa
Ket. Kolonel Sadio Camara, Menteri Pertahanan dan Veteran Mali, adalah tokoh sentral dalam pemerintahan militer Mali. Kematiannya pukulan besar bagi pemerintah militer Mali di tengah berlanjutnya pertempuran dengan kelompok-kelompok bersenjata.

BAMAKO - Menteri Pertahanan Mali, Jenderal Sadio Camara, tewas dalam serangan terkoordinasi terhadap situs-situs militer di seluruh negeri, menurut sumber.

Dari Al Jazeera, berita pada hari Minggu (26/4) itu muncul sehari setelah kediamannya di kota garnisun Kati diserang dalam serangan serentak oleh kelompok afiliasi al-Qaeda dan pemberontak Tuareg.

Camara adalah tokoh sentral dalam pemerintahan militer yang merebut kekuasaan setelah kudeta beruntun pada tahun 2020 dan 2021.

“Dia adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kepemimpinan militer yang berkuasa dan dipandang oleh sebagian orang sebagai calon pemimpin Mali di masa depan,” kata Nicolas Haque dari Al Jazeera, yang telah banyak meliput berita dari Mali.

“Kematiannya merupakan pukulan besar bagi angkatan bersenjata negara.”

Haque mengatakan para penyerang melakukan serangan bom mobil bunuh diri di kediaman Camara di Kati, sebuah kota militer yang dijaga ketat sekitar 15 km (9 mil) barat laut ibu kota, Bamako, tempat Presiden Sementara Assimi Goita juga tinggal.

“Kati dianggap sebagai salah satu lokasi paling aman di negara ini, namun para pejuang dari Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) yang terkait dengan al-Qaeda, bersama dengan para pejuang Tuareg dari Front Pembebasan Azawad (FLA), mampu melancarkan serangan tersebut”.

Goita "masih hidup dan sehat di lokasi yang aman," tambah Haque.

“Saat serangan terjadi, dia dipindahkan ke tempat aman, jadi dia tetap memegang komando militer,” katanya.

Para penembak menyerang beberapa lokasi lain di seluruh Mali, termasuk Bamako, serta Gao dan Kidal di utara dan kota Sevare di tengah.

Haque mengatakan suara tembakan hebat dan ledakan keras masih terdengar di Kidal pada hari Minggu, menurut warga setempat. “Ini masih merupakan operasi yang sedang berlangsung lebih dari 24 jam setelah dimulai,” tambahnya.

Analis Bulama Bukarti mengatakan kemungkinan besar akan terjadi “lebih banyak pertempuran untuk menguasai wilayah dan lokasi strategis” dalam beberapa hari mendatang.

Ia juga menyoroti bagaimana kelompok-kelompok bersenjata yang sebelumnya saling bertempur kini telah bergabung untuk menyerang musuh bersama mereka – negara Mali.

“Ini adalah dua kelompok yang berjuang untuk tujuan yang berbeda,” kata Bukarti kepada Al Jazeera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.