Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Bahaya, ESDM Kaltim Tangani Kolam Bekas Tambang di Area Hunian

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Bahaya, ESDM Kaltim Tangani Kolam Bekas Tambang di Area Hunian Doc: ANTARA/HO-Dinas ESDM Kaltim.
Ket. Kolam bekas tambang di Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kaltim, berdekatan dengan permukiman warga.

SAMARINDA – Mitigasi kolam bekas tambang menjadi krusial karena berpotensi menimbulkan risiko lingkungan dan keselamatan, mulai dari pencemaran air hingga kecelakaan akibat lubang tambang yang tidak direklamasi.

Air yang tertampung sering kali mengandung logam berat atau bersifat asam, sehingga dapat merusak ekosistem dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar jika tidak dikelola dengan baik.

Pendekatan mitigasi perlu bersifat komprehensif, mencakup reklamasi lahan, stabilisasi lereng, serta pengolahan kualitas air sebelum dimanfaatkan kembali.

Di sisi lain, pemanfaatan kolam bekas tambang sebagai kawasan produktif—seperti perikanan, wisata, atau sumber air baku—dapat menjadi solusi berkelanjutan, asalkan didukung kajian lingkungan yang ketat.

Penguatan pengawasan, kepatuhan perusahaan tambang, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar risiko dapat ditekan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur melakukan mitigasi pada kolam bekas tambang ilegal demi menjamin keamanan warga di pemukiman yang dekat dengan lokasi tersebut.

"Upaya mitigasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga di sekitar bukaan tambang, meskipun kami sering terkendala karena kewenangan pengawasan pertambangan batu bara berada di pemerintah pusat," kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Minggu (26/4).

Inspeksi mendadak telah dilakukan oleh Dinas ESDM Provinsi Kaltim guna merespons informasi mengenai insiden anak tenggelam di kolam bekas bukaan tambang tersebut pada Sabtu (25/4).

Peristiwa yang merenggut nyawa anak berusia sembilan tahun bernama AAP itu terjadi di RT 14, Kelurahan Sambutan, pada Senin (20/4).

Peninjauan lapangan tersebut dilaksanakan bersama pihak PT Insani Bara Perkasa (PT IBP) dan dihadiri langsung oleh Kepala Teknik Tambang Saprianto.

"Berdasarkan hasil temuan di lapangan, kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter tersebut berada dekat atau kurang dari 100 meter dari pemukiman warga kawasan Pelita IV," ungkap Bambang.

Menurut dia, pihak perusahaan sebelumnya telah berupaya memitigasi risiko dengan menutup akses menuju lokasi kejadian menggunakan pagar seng demi alasan keselamatan.

"Sayangnya, akses warga menuju area berbahaya itu kembali terbuka dari sisi lain akibat adanya aktivitas pembangunan perumahan oleh pihak pengembang," terang Bambang.

Kondisi akses yang kembali terbuka inilah yang diduga kuat menjadi faktor utama yang memudahkan masyarakat, khususnya anak-anak, masuk ke area bekas tambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Momen Haru HUT RI di Bern, ...

Penurunan Harga Pupuk Membantu Petani Sumedang

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penurunan Harga Pupuk Memba...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.