Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Universitas Pattimura Perkuat Riset dan SDM untuk Dukung Pembangunan Rendah Karbon Maluku

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 06:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Universitas Pattimura Perkuat Riset dan SDM untuk Dukung Pembangunan Rendah Karbon Maluku Doc: Antara
Ket. Universitas Pattimura (Unpatti) menggandeng perusahaan konsultan lingkungan untuk mengembangkan studi pembangunan rendah karbon di Maluku, Kamis (25/6).

Ambon - Universitas Pattimura menggandeng perusahaan konsultan lingkungan untuk mengembangkan studi pembangunan rendah karbon di Maluku melalui pembentukan Center of Excellence (CoE) yang menjadi pusat data, kajian, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Prof Fredy Leiwakabessy, di Ambon, Kamis (26/6), mengatakan pembentukan pusat unggulan itu diharapkan dapat memperkuat dukungan akademik terhadap perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada pengurangan emisi dan ketahanan iklim.

"Kami berharap permasalahan yang ada di lingkungan sekitar dapat diatasi, sehingga ini menjadi wujud nyata dalam membangun kolaborasi bersama," katanya.

Menurut Fredy, keterlibatan perguruan tinggi penting untuk memastikan kebijakan pembangunan daerah didukung oleh data dan kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menjelaskan Unpatti memiliki 21 pusat kajian yang dapat dilibatkan dalam penelitian maupun penyediaan data untuk mendukung program pembangunan rendah karbon di Maluku.

“Pembentukan CoE tersebut dibahas dalam pertemuan antara pimpinan Unpatti dan tim pengembangan program pembangunan rendah karbon. Dalam pertemuan itu, dibahas rencana pengembangan pusat data dan informasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan," ujar dia.

Sementara itu, Koordinator Low Carbon Development Initiative (LCDI) Wilayah Maluku Nita Yohana mengatakan selama dua tahun terakhir pihaknya bersama PT Hatfield Indonesia telah terlibat dalam penyusunan dokumen Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Maluku dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut dia, keberadaan CoE diperlukan untuk memperkuat kapasitas lokal dalam mengelola data, informasi, dan pengetahuan terkait pembangunan rendah karbon.

"Pada tahun 2026-2027, kami memandang penting adanya peningkatan kapasitas lokal di provinsi ini. Karena itu, Center of Excellence menjadi salah satu instrumen strategis yang di dalamnya terdapat pusat data, pusat informasi, serta berbagai sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di Provinsi Maluku," katanya.

Ia menjelaskan pusat unggulan tersebut nantinya menjadi rujukan bagi organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperoleh data dan hasil kajian yang dibutuhkan dalam proses perencanaan pembangunan.

Selain mendukung penyusunan kebijakan, CoE juga dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, riset, dan diseminasi informasi terkait pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim.

Pembentukan pusat unggulan itu dinilai sejalan dengan kebutuhan Maluku sebagai daerah kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus membutuhkan arah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.