Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Kids Label”, Cara Baru Museum Nasional Kenalkan Koleksi ke Anak

📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 10:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
“Kids Label”, Cara Baru Museum Nasional Kenalkan Koleksi ke Anak Doc: ANTARA
Ket. Tenaga Ahli Museum Nasional Indonesia tentang Kids and Family Sabila Duhita Drijono (tengah) dalam Media Gathering di Jakarta, Jumat, ketika menjelaskan "kids label".

JAKARTA - Museum Nasional Indonesia menghadirkan pendekatan baru dalam mengenalkan koleksi kepada anak-anak melalui “kids label” pada pameran numismatik yang dibuka bertepatan dengan peringatan HUT ke-248 museum tersebut.

Inisiatif ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya museum agar lebih ramah bagi pengunjung keluarga, khususnya anak usia 5 hingga 12 tahun yang mendominasi kunjungan pada akhir pekan.

Tenaga Ahli Museum Nasional Indonesia tentang Kids and Family Sabila Duhita Drijono dalam Media Gathering di Jakarta, Jumat (24/4), menjelaskan bahwa “kids label” tidak sekadar menyederhanakan informasi, tetapi dirancang untuk memantik interaksi antara anak dengan koleksi maupun dengan orang tua.

“Label ini tidak hanya menjelaskan, tapi mengajak anak untuk berpikir dan berdiskusi. Harapannya, kunjungan ke museum jadi pengalaman yang hidup, bukan sekadar melihat benda,” ujarnya.

Pada galeri numismatik, label khusus anak disusun dengan bahasa sederhana dan pertanyaan pemantik. Salah satu contohnya terdapat pada koleksi uang Republik Indonesia awal kemerdekaan. Anak diajak membayangkan nilai uang pada masa lalu, seperti fungsi nominal satu rupiah yang kini tidak lagi relevan untuk transaksi sehari-hari.

Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi dasar seperti inflasi dengan cara yang lebih mudah dipahami. Anak didorong untuk berdiskusi dengan orang tua, sehingga tercipta proses belajar dua arah selama kunjungan.

Selain itu, “kids label” juga mengarahkan anak untuk mengamati detail visual pada koleksi. Pada beberapa uang kertas, misalnya, anak diajak menemukan gambar yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa itu, seperti flora, fauna, hingga aktivitas sehari-hari.

Alih-alih mengulang informasi dari label dewasa, pendekatan ini menekankan eksplorasi visual dan imajinasi. Orang tua tetap dapat mengakses label utama yang ditempatkan berdekatan, lalu menjelaskan konteksnya kepada anak.

Program ini masih dalam tahap pengembangan dan akan diperluas ke area lain di museum. Museum juga menyiapkan lembar kerja atau worksheet sebagai pendamping agar anak dapat berinteraksi lebih aktif selama kunjungan.

Sementara itu, pameran numismatik menjadi salah satu dari dua pameran yang diluncurkan dalam peringatan HUT ke-248 Museum Nasional Indonesia, bersama pameran “Pendar: Kilas Terang Meretas Bayang” yang menampilkan koleksi lampu dari berbagai periode sejarah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pertagas Group Perkuat Duku...
Olahraga
Veda Ega Pratama Amankan Ti...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.