Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Raja Charles Kunjungi AS Pekan Depan di Tengah Memburuknya Hubungan Politik di Bawah Pemerintahan Trump

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 10:23 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Dia mungkin akan menyinggung bagaimana hubungan istimewa itu mungkin mengalami pasang surut dari waktu ke waktu," prediksi Prescott. Ia  berpendapat Charles telah terbukti sebagai "pembicara yang lebih baik" daripada ibunya. 

Namun Graham Smith, dari kelompok kampanye anti-monarki Republic, berpendapat bahwa raja akan "menjalani ritual tanpa menawarkan sesuatu yang berarti". 

Satu-satunya hal penting "tentang perjalanan yang tidak ada gunanya ini adalah bagaimana Trump bersikap," katanya di X. 

Sementara itu, skandal seputar mendiang pelaku kejahatan seksual AS, Jeffrey Epstein, mengancam akan mengganggu tur yang telah direncanakan dengan sangat matang tersebut.

Charles menghadapi krisis besar terkait persahabatan adiknya, Andrew Mountbatten-Windsor, sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew, dengan Epstein yang meninggal di penjara pada tahun 2019.

Kontroversi yang telah berlangsung lama semakin intensif setelah Andrew ditangkap pada pertengahan Februari menyusul terungkapnya hubungan mereka.

Raja, yang mencabut gelar saudaranya yang tercela pada bulan Oktober, mengatakan "hukum harus ditegakkan" dalam pernyataan pribadi yang jarang dilakukannya.

Andrew, yang masih dalam penyelidikan polisi, belum didakwa dan telah membantah melakukan kesalahan apa pun.

Beberapa anggota parlemen AS telah berupaya, namun gagal, untuk mendesak mantan pangeran tersebut agar memberikan kesaksian di hadapan Kongres mengenai Epstein.

Pada bulan Maret, Ro Khanna, seorang Demokrat, menulis surat kepada Charles pada bulan Maret, meminta raja untuk bertemu dengan para korban secara pribadi, sementara keluarga mendiang Virginia Giuffre, salah satu penuduh Epstein, mengajukan permintaan serupa.

Sumber-sumber istana mengatakan kepada media Inggris bahwa pertemuan "tidak akan mungkin terjadi", dengan alasan hal itu dapat "berdampak pada penyelidikan (polisi), atau jalannya hukum yang semestinya".

Khanna mengatakan kepada The Times bulan ini bahwa menolak tawaran tersebut akan membuat Charles terlihat "ketinggalan zaman" dan "mengurangi kredibilitas monarki bagi generasi mendatang".

Namun, ia menambahkan bahwa mengakui para penyintas dan perjuangan mereka untuk keadilan dalam pidatonya di Kongres "akan sangat membantu".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.