Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira! Harga Pupuk Subsidi di Kediri Anjlok, Cek Rincian Harga Terbarunya di Sini

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 02:05 WIB | Oleh:
Kabar Gembira! Harga Pupuk Subsidi di Kediri Anjlok, Cek Rincian Harga Terbarunya di Sini Doc: ANTARA/ HO-Pemkot Kediri
Ket. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri M. Ridwan (dua dari kiri) memantau stok pupuk di kios pupuk wilayah Kediri, Jawa Timur. Pemkot memastikan stok pupuk mencukupi menghadapi fenomena El Nino, Kamis (23/4).

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk bersubsidi di wilayah tersebut berada dalam kondisi aman dan lancar guna mendukung target swasembada pangan nasional.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan di sejumlah kios resmi, stok pupuk tercatat mencukupi kebutuhan petani dengan harga jual yang telah disesuaikan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, M. Ridwan, menegaskan bahwa meski terjadi penurunan alokasi kuota secara total di tahun 2026, hal ini diimbangi dengan penurunan harga jual eceran pada berbagai jenis pupuk, mulai dari Urea, NPK, hingga pupuk organik, guna meringankan beban operasional para petani.

“Ada dua kios yang kami kunjungi, kami pastikan stok selalu ada, distribusi lancar. Sampai saat ini juga tidak ada keluhan yang signifikan dari petani terkait akses maupun ketersediaan barang,” katanya.

Ridwan mengungkapkan di tahun 2026, alokasi kuota pupuk bersubsidi di Kota Kediri mengalami penurunan dibanding sebelumnya, yakni dari 2.712 ton menjadi 1.983 ton.

Ia mengatakan menjelaskan penurunan kuota ini diikuti dengan penurunan harga pupuk bersubsidi.

Untuk penurunan harga tersebut berlaku mulai tanggal 22 Oktober 2025, dengan rincian harga pupuk urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800/kg.

Jenis pupuk NPK dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.840/kg, jenis pupuk NPK Kakao dari Rp3.300/kg menjadi Rp2.640/kg, jenis pupuk ZA dari Rp1.700/kg menjadi Rp1.360/kg dan jenis pupuk organik dari Rp800/kg menjadi Rp640/kg.

Pihaknya juga mendorong kepada petani untuk memanfaatkan sumber daya lokal guna mengurangi ketergantungan pupuk kimia.

Pemkot juga mengimbau petani untuk lebih cermat dalam mengelola kadar keasaman lahan agar penyerapan pupuk lebih maksimal dan efisien.

“Menyikapi penurunan alokasi pupuk bersubsidi, kami selaku KP3 mendorong para petani di Kota Kediri memanfaatkan sumber daya lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia," kata dia.

Ridwan menjelaskan terkait alur distribusi pupuk bersubsidi, yakni petani melalui kelompok tani (Poktan) mengusulkan pupuk bersubsidi. Selanjutnya, dirangkum melalui sistem aplikasi Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang diusulkan ke Kementerian Pertanian (Kementan).

Petani yang sudah terdaftar dapat langsung melakukan pembelian di kios resmi selama kuota mereka masih tersedia.

“Untuk memudahkan petani mengakses pupuk bersubsidi berdasarkan kebijakan terbaru, pemerintah memberi keleluasaan kepada petani untuk membeli pupuk subsidi langsung ke kios resmi tanpa melalui kelompok tani,” kata Ridwan.

Ia menambahkan untuk memberikan rasa aman dan ketenangan kepada para petani, kegiatan pemantauan pupuk bersubsidi akan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali atau sewaktu-waktu jika ada hal bersifat khusus. Adanya ketersediaan stok pupuk juga mendukung tercapainya swasembada pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:

Warga Hadapi Paparan Debu Akibat Musim Kemarau

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Warga Hadapi Paparan Debu A...
Megapolitan
Permintaan Pohon Panjat Pin...

BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
BTN dan BRIN Bangun Kolabor...
Megapolitan
 Heboh, Gedung Bapenda DKI ...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.