Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TikTok & Meta Dilaporkan Menkomdigi Nonaktifkan Jutaan dan Ratusan Ribu Akun Anak di Bawah Umur

📅 Rabu, 07 Okt 2026, 22:56 WIB | Oleh:
TikTok & Meta Dilaporkan Menkomdigi Nonaktifkan Jutaan dan Ratusan Ribu Akun Anak di Bawah Umur Doc: Nicolas TUCAT / AFP
Ket. Ilustrasi seorang perempuan sedang menggunakan TikTok.

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan TikTok telah menonaktifkan 9 juta akun anak sedangkan Meta telah menonaktifkan 184 ribu akun anak di bawah 16 tahun sebagai langkah kepatuhan platform digital terhadap PP Tunas.

Meutya menjelaskan, menurut laporan terakhir dari platform, Meta telah menonaktifkan 184 ribu akun anak di bawah 16 tahun dengan rincian 85.000 akun di Instagram dan 99.000 akun di Facebook. Meta juga melakukan migrasi 22,5 juta akun anak ke kategori akun remaja (teen account).

"Namun demikian, tentu ini kita lihat sebagai progres, tapi kita juga mencatat bahwa teen account untuk Instagram dan Facebook belum kita anggap sebagai platform dengan risiko rendah. Jadi kategorinya masuk platform risiko tinggi," kata Meutya di Kantor Kemkomdigi, Jakarta pada Rabu (7/10).

Selain jumlah akun anak yang telah ditangani, Meutya juga melaporkan bahwa platform media sosial Threads milik Meta belum melaporkan penonaktifan akun atau langkah kepatuhan PP Tunas lainnya ke Kemkomdigi.

"Karena itu kami meminta Meta untuk segera menunjukkan komitmen pemenuhan kewajiban terkhusus mengenai platform Threads," ujar dia.

Meutya mengatakan terdapat tujuh risiko yang menjadi perhatian pemerintah dalam menilai keamanan platform bagi anak, termasuk risiko kontak dengan orang lain, risiko konten, kecanduan, keamanan konsumen, kondisi fisik dan fisiologis, serta kesehatan mental.

20261007225441_1000157499.jpeg

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menyampaikan perkembangan terbaru mengenai pelaksanaan PP Tunas di Kantor Kemkomdigi, Jakarta pada Rabu (7/10). Antara/Farhan Arda Nugraha

Salah satu persoalan yang masih ditemukan pada teen account adalah adanya fitur komunikasi yang memungkinkan anak berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.

"Di antara yang kami temukan untuk teen accounts masih memiliki fitur komunikasi dengan orang tak dikenal yang memang membuat itu tidak bisa kita kategorikan sebagai platform dengan risiko rendah," ujarnya.

Meutya menegaskan pemerintah tidak hanya melihat jumlah akun anak yang telah dinonaktifkan oleh platform sebagai ukuran kepatuhan terhadap PP Tunas.

Menurut dia, penyesuaian fitur agar lebih aman bagi anak juga menjadi langkah penting yang harus dipenuhi oleh penyelenggara platform digital.

"Di antara fitur yang paling utama adalah fitur komunikasi dengan orang tak dikenal, namun juga fitur pengaturan adiksi, jadi scroll time-nya harus dinolkan atau dibuat pada level yang memang tidak memberikan adiksi kepada anak," ujar Meutya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...

Penyakit Campak Meluas, New York Tetapkan Status Darurat

17 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Penyakit Campak Meluas, New...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.