Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Putar Haluan: Eks Sawit Diminta Beralih ke Kakao

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Putar Haluan: Eks Sawit Diminta Beralih ke Kakao Doc: ANTARA/ Siswowidodo
Ket. Ilustrasi - Petani memilah biji kakao.

JAYAPURA – Gubernur Papua Mathius Fakhiri meminta pemerintah daerah mendorong pemanfaatan eks lahan perkebunan kelapa sawit untuk penanaman kakao sebagai strategi ganda antara pelestarian lingkungan dan peningkatan nilai tambah ekonomi.

Peralihan komoditas ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi ekologis Papua sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pertanian berkelanjutan.

Secara analitis, kebijakan ini berpotensi menekan degradasi lingkungan yang kerap dikaitkan dengan sawit, sembari memperkuat rantai nilai kakao dari hulu ke hilir.

Jika diikuti dengan pendampingan petani, akses pasar, dan pengolahan pascapanen, kakao dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung arah pembangunan Papua yang lebih hijau dan inklusif.

"Ini merupakan langkah penataan ulang sektor perkebunan di Papua, khususnya terhadap lahan sawit yang izinnya telah dicabut karena tidak memenuhi kewajiban perusahaan," katanya di Jayapura, Minggu (4/1).

Menurut Fakhiri,lahan tersebut tidak akan dialihkan kembali untuk pembukaan kebun sawit baru.

“Kami tidak membuka izin sawit baru," ujarnya.

Dia menjelaskan lahan-lahan eks perkebunan sawit yang izinnya dicabut akan diarahkan untuk komoditas lain yang lebih ramah lingkungan, salah satunya kakao.

"Pengembangan kakao sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat serta dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang memberikan bantuan bibit kakao untuk Papua. Karena komoditas kakao dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi serta dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat," katanya.

Dia menambahkan pemanfaatan lahan eks sawit untuk kakao juga bertujuan memulihkan struktur tanah yang telah lama tidak diolah, sekaligus mencegah kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan baru. Pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait dalam pelaksanaan program tersebut.

"Saya menegaskan perusahaan sawit yang masih beroperasi di Papua akan dievaluasi secara ketat. Perusahaan yang tidak patuh terhadap ketentuan perizinan dan kewajiban lingkungan akan dikenai sanksi hingga pencabutan izin," ujarnya.

Dia menjelaskan Papua tidak boleh dikorbankan atas nama investasi. Semua kebijakan harus berpihak pada masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

"Kami berharap dengan pengembangan kakao dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ekonomi lokal di Papua secara berkelanjutan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.