Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Laut Tak Lagi Dikelola Asal-asalan! KKP Pakai Data dan Suara Nelayan untuk Tata Ruang Laut

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 18:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Laut Tak Lagi Dikelola Asal-asalan! KKP Pakai Data dan Suara Nelayan untuk Tata Ruang Laut Doc: istimewa
Ket. Lokakarya Nasional Integrasi Pemetaan Partisipatif dan Ocean Accounting yang digelar KKP di Jakarta, Kamis (23/4)

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengubah cara mengelola ruang laut. Kini bukan cuma pakai regulasi, tapi juga data nyata dan suara langsung dari masyarakat pesisir lewat pendekatan ocean accounting dan pemetaan partisipatif.

Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kartika Listriana mengatakan, langkah ini dilakukan agar nilai ekonomi, sosial, dan ekologi laut bisa diukur secara utuh dan jadi dasar kebijakan nasional.

“Tantangannya adalah memastikan hasil pemetaan masyarakat tidak berhenti jadi data komunitas. Harus masuk ke sistem perencanaan formal dan dipakai dalam pengambilan keputusan,” ujar Kartika di Jakarta, Kamis (23/4). Hal itu disampaikan dalam Lokakarya Nasional Integrasi Pemetaan Partisipatif dan Ocean Accounting yang digelar KKP di Jakarta.

Kartika menekankan, perencanaan ruang laut kini bukan sekadar mengatur zona, tapi sudah jadi instrumen strategis untuk menyeimbangkan ekonomi, sosial, dan ekologi. Sekaligus meminimalkan konflik pemanfaatan ruang dan memperkuat ketahanan ekosistem pesisir, termasuk untuk mitigasi perubahan iklim lewat pengelolaan karbon biru.

Pakar ekonomi kelautan IPB University Prof. Akhmad Fauzi menilai kolaborasi data dan partisipasi masyarakat adalah kunci. 

“Data saja tidak cukup. Lewat pemetaan partisipatif, masyarakat bisa kasih informasi lokal yang kontekstual, validasi data, sekaligus memperkaya perspektif perencanaan,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Blue Ventures Indonesia. Perwakilannya, Miftahul Khausar, menyebut pihaknya terus membina nelayan kecil dan tradisional agar data aktivitas mereka bisa disinkronkan dengan kebijakan nasional.

“Ini untuk menciptakan tata kelola laut yang lebih inklusif dan meminimalisir konflik yang sering terjadi di lapangan,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, KKP berkomitmen memperkuat penataan ruang laut berbasis ekonomi biru. Tujuannya jelas: ekosistem laut tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.